Sebagian Uang Transportasi Petugas Covid-19 Mesuji Belum Dibayar
Juan Situmeang
Senin | 04/05/2020 21.27 WIB
Sebagian Uang Transportasi Petugas Covid-19 Mesuji Belum Dibayar
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Mesuji – Petugas penjaga posko screening Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mesuji, mempertanyakan uang pengganti transportasi selama bertugas sembilan hari yang tidak kunjung cair.

Menurut petugas posko yang tidak mau disebut namanya, uang transportasi yang dibayarkan baru untuk 19 hari, mulai tanggal 2 sampai 21 April 2020.

”Sedangkan dari 22-30 April atau sembilan hari belum dibayar. Ini malah sudah tanggal 4 Mei 2020,” ujarnya, Senin (4/5/2020).

Padahal, uang Rp500 juta dana dari Rp31 miliar Penanganan Covid-19 di Mesuji sudah dicairkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pada 22 April 2020. Hal itu diungkapkan Kepala BPKAD Mesuji, Olpin Putra.

”Kita sudah cairkan dana untuk BPBD Rp500 juta dan Diskes Rp700 juta untuk penanganan Covid-19 sejak pertengahan April itu,” paparnya dalam konferensi pers di Rumdis Bupati depan Alun-alun Simpangpematang.

.Soal anggaran untuk apa dan bagaimana penggunaannya, dia meminta bertanya pada dinas yang bersangkutan.

Terpisah, Kepala BPBD Mesuji, Sahril, melalui sambungan telepon membenarkan jika uang pengganti transportasi belum dibayarkan dari 22-30 April 2020.

”Kendalanya administrasi karena harus ada SPT, absen, untuk kehati-hatian. Jadi kita sedang buat pelaporannya, bukan mau ’nahan’, bukan,” ujarnya.    

Sahril berjanji akan membayarkan kekurangan uang transportasi petugas di enam posko pantau Covid-19 di Mesuji, Selasa besok (5/5/2020).

Sementara mengenai pembayaran petugas jaga posko mulai 1-13 Mei 2020 sudah diajukan nota dinas. Karena penanganan Covid-19 Mesuji itu hanya sampai 42 hari sesuai SK Tanggap Darurat yang dikeluarkan Bupati Mesuji.

”Nanti dievaluasi. Kalau harus diperpanjang, kita akan ikut nasional yakni 72 hari,” ujarnya.

Selain itu, Sahril juga mengungkapkan jika pengadaan masker kain 10 ribu buah yang disediakan melalui dana tanggap darurat Covid-19 sudah dibagi-bagi.

”Pertama, dibagi 3000 masker ke posko-posko. Kemudian 5000 ke rumdis. Terakhir 2000 ada di kita (BPBD). Persediaan untuk di posko-posko kabupaten,” jelasnya.

Pantauan wartawan media ini di posko utama gerbang Kabupaten Mesuji di Simpangpematang, tepatnya di pertigaan samping Polsek Simpangpematang, kondisi posko memprihatinkan. 

Hanya terdapat beberapa meja dan buku pencatatan orang dalam perjalanan. Sedangkan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan minim. Tempat untuk istirahat petugas pun hanya tikar yang dihampar di aspal. Belum lagi atap tenda yang sudah bocor di sana-sini.

”Ya, kalau melihat kondisi ini, tidak layak bagi petugas yang harus 24 jam standby memantau orang yang hilir-mudik,” ujar More Situmorang, warga Jayasakti, yang kebetulan melintas. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID