Selama Pandemi Covid-19, UBL Terapkan Berbagai Kebijakan Sosial
lampung@rilis.id
Selasa | 23/02/2021 10.59 WIB
Selama Pandemi Covid-19, UBL Terapkan Berbagai Kebijakan Sosial
Rektor Universitas Bandar Lampung Prof. M. Yusuf Sulfarano Barusman./FOTO ISTIMEWA

Sejak Pandemi Covid-19 masuk Indonesia, berbagai satuan pendidikan telah mengeluarkan kebijakan mulai dari protokol kesehatan hingga kebijakan sosial seperti keringanan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Langkah itu juga dilakukan Universitas Bandar Lampung (UBL) sebagai pionir perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Lampung.

Tercatat, sebanyak 8 kali Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M Yusuf S Barusman, MBA., mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi kebijakan-kebijakan terkait pandemi Covid-19. Yakni sejak Maret 2020 hingga Februari 2021.

SE tersebut telah meliputi subsidi pembelian kuota internet, keringanan SPP, termasuk tambahan beasiswa bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang keluarganya terdampak Pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut sudah dilakukan untuk Semester Genap 2019/2020 dan Semester Ganjil 2020/2021.

Khusus untuk Semester Genap 2020/2021, UBL membuat SE Rektor Nomor : 386/U/UBL/VII/2020 dan Nomor : 26/U/UBL/II/2021 yang dalam penerbitan proses SE tersebut telah dilakukan diskusi pada tanggal 29 Juni 2020 dan tanggal 27 Januari 2021 dengan melibatkan perwakilan mahasiswa dari organisasi-organisasi kemahasiswaan yang resmi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk berdiskusi dalam mendapatkan masukan terkait kendala yang dihadapi selama Pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut, UBL membuat kebijakan sosial terkait dengan SPP khususnya memberikan potongan SPP sebesar Rp225.000 per mahasiswa per semester yang akan diimplementasikan pada semester ganjil 2021/2022. Kemudian, memberikan tambahan kebijakan lain atau jika diperlukan mahasiswa dapat mengajukan kebijakan khusus berupa angsuran, penundaan pembayaran atau keringanan SPP dalam bentuk tambahan beasiswa Covid-19 sampai dengan 100%.

"Sejak berdirinya, UBL memiliki misi sosial yaitu mengedepankan kepentingan mahasiswa dalam hal penyelesaian studinya, jangan sampai mahasiswa terhambat studinya dikarenakan masalah finansial,” ujar Yusuf dalam siaran persnya, Selasa (23/2/2021).

Hal ini, lanjut dia, telah dibuktikan dalam tindakan nyata UBL melalui Yayasan Administrasi Lampung (YAL) sebagai pionir dalam Program Beasiswa di Indonesia. Rata-rata per semester penerima beasiswa 1.800-2.000 mahasiswa. Khusus untuk mahasiswa yang mengalami dampak ekonomi dikarenakan Pandemi Covid-19 ini sepanjang tahun 2019/2020 dan 2020/2021 ini UBL melalui Yayasan Administrasi Lampung sudah mengeluarkan Rp15 miliar baik dalam bentuk beasiswa, subsidi kuota internet maupun bantuan lainnya kepada mahasiswa.

Terkait kebijakan proses pembelajaran selama Covid-19 telah dilakukan sesuai standar yang ditetapkan melalui layanan teknologi informasi yang mana saat ini mencakup layanan administrasi akademik dan administrasi keuangan telah dilakukan secara online.

Begitu juga dengan kegiatan kemahasiswaan juga dilakukan secara online. Hal ini merujuk kepada kebijakan Pemerintah bahwa proses pembelajaran dilakukan secara online dan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan masa ditiadakan,

”Meski demikian, UBL masih membuka kesempatan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan lain yang belum tercover pada SE Rektor yang telah diterbitkan, baik itu proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, administrasi akademik maupun administrasi keuangan,” pungkasnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID