Selama Pandemi, YouTube Hapus 11 Juta Lebih Video, Indonesia Peringkat Keempat - RILIS.ID
Selama Pandemi, YouTube Hapus 11 Juta Lebih Video, Indonesia Peringkat Keempat
Kalbi Rikardo
Senin | 31/08/2020 16.05 WIB
Selama Pandemi, YouTube Hapus 11 Juta Lebih Video, Indonesia Peringkat Keempat
ilustrasi: rilislampung.id/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Teknologi – Selama periode pandemi Covid-19 Youtube rajin menghapus video. Sudah 11,4 juta video telah dihapus YouTube, terhitung sejak April 2020-Juni 2020.

Sebagian besar video dihapus oleh sistem otomatis milik YouTube yaitu jumlahnya 10,85 juta video.

“Video yang dihapus oleh YouTube, berdasarkan sumber deteksi pertama (penandaan otomatis atau deteksi manusia). Penanda dari deteksi manusia dapat berasal dari pengguna atau anggota program Penanda Tepercaya YouTube. Anggota program Penanda Tepercaya termasuk individu, dan lembaga pemerintah yang sangat efektif dalam memberi tahu YouTube tentang konten yang melanggar Pedoman Komunitas kami,” jelas YouTube yang dikutip dari laman Google Transparency Report.

Baca juga: Info Teknologi

Berdasarkan data yang di rilis Youtube di laman Google Transparency Report, Indonesia menjadi urutan keempat terbanyak yang videonya dihapus yaitu 684.199 video. Urutan petama Amerika Serikat 2.061.733 video, kedua India 1.446.772 video, ketiga Brazil 981.181 video.

Dari 11,4 juta video yang dihapus, yaitu konten yang mengancam keselamatan anak-anak 33,5%, konten yang dinilai sebagai spam atau menyesatkan 28,3%, konten seksual 14,6%, dan konten kekerasan dan grafik 10,6%.

“Alasan penghapusan ini sesuai dengan Pedoman Komunitas YouTube. Peninjau mengevaluasi video yang ditandai berdasarkan semua Pedoman dan kebijakan Komunitas kami, terlepas dari alasan video itu awalnya ditandai,” jelas Youtube.

Dirangkum dari laman Google Transparency Report, Senin (31/8/2020). Sebanyak 3,8 juta video yang dihapus dengan alasan keamanan anak-anak, 3,2 juta video yang dihapus dianggap sebagai spam. Kemudian, 1,7 juta video yang dihapus memuat konten seksual dan telanjang, 1,2 juta memuat konten kekerasan, dan 900.000 video lain terdeteksi mempromosikan kekerasan.

“Video dihapus, menurut negara / wilayah upload. Data ini didasarkan pada alamat IP pengunggah pada saat video diunggah. Alamat IP biasanya sesuai dengan tempat pengunggah berada di geolokasi, kecuali mereka menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) atau server proxy.” Ucap YouTube yang dikutip dari laman Google Transparency Report.

Jadi bagi riliszen yang hendak membuat konten di YouTube patuhi Pedoman Komunitas YouTube agar channel terhindar dari penghapusan video. (*)
 

Saksikan video menarik berikut ini:


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID