Sengketa Lahan Sawit, 10 Orang dan BPN Digugat Rp10,6 M
Ahmad Kurdy
Kamis | 25/02/2021 22.23 WIB
Sengketa Lahan Sawit, 10 Orang dan BPN Digugat Rp10,6 M
Sutopo dan Darmaji. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ahmad Kurdy

RILIS.ID, Lampung Selatan – Kasus sengketa tanah seluas 12 hektare (ha) terjadi di Desa Rantauminyak, Candipuro, Lampung Selatan (Lamsel).

Perkara ini bahkan sudah memasuki tahap sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda.

Kasus tersebut diterakan Nomor 3/PDT.G/2021 yang didaftarkan pada 16 Febuari 2021 dengan perihal gugatan perbuatan melawan hukum.

Penggugat I, Sutopo, menjelaskan perkara bermula saat dirinya beserta penggugat 2, Darmaji, membeli tanah pada 2015.

"Kita beli lahan dari YW. Total bersih uang yang dihabiskan hampir Rp3 miliar disertai surat sporadik dan AJB pengikat," jelas dia usai persidangan, Kamis (25/2/2021).

Namun, saat hendak memanen sawit, justru dua orang pekerjanya dilaporkan ke polisi oleh dengan laporan melakukan pencurian.

"Pembelian tanah ini dengan bukti sporadik tahun 2000 atas nama YW. Sedangkan, yang melaporkan tindakan pencurian adalah Rz, anak dari istri pertama SG,” ungkapnya.

Dia menyatakan pernah hendak mengurus sertifikat surat tanah. Namun, lahan perkebunan itu ternyata sudah memiliki sertifikat yang dikeluarkan pada 2017.

”Makanya kami bingung. Lahan dimiliki atas nama berbeda-beda, tidak satu pemilik,” jelasnya.

Kuasa hukum penggugat, Adi Yana, menambahkan atas dasar tersebut pihaknya menggugat 10 orang dan pihak BPN Lamsel yang mengeluarkan sertifikat tanah.

"Kenapa kami gugat juga BPN karena menduga telah terjadi maladministrasi dalam pengajuan sertifikat tahun 2017 yang secara sah milik penggugat dan dibeli pada 2015," papar Adi.

Ia menambahkan, pihaknya menggugat sebesar Rp10,6 miliar dengan rincian kerugian materil hilangnya hak kepemilikan sebesar Rp4,77 miliar.

Lalu, kerugian materil atas hilangnya manfaat lahan sawit dari 2015-2021 sebesar Rp2,88 miliar serta kerugian immateril Rp3 miliar.

"Tadi persidangan hanya dihadiri tergugat XI yakni pihak BPN Lamsel," tutupnya.

Sementara, hingga berita diturunkan belum diperoleh keterangan resmi dari BPN Lamsel. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID