Seorang Pengurus HMI Bandarlampung Dipukuli OTK hingga Kepala Robek
lampung@rilis.id
Senin | 26/10/2020 22.35 WIB
Seorang Pengurus HMI Bandarlampung Dipukuli OTK hingga Kepala Robek
Inilah pengurus HMI Cabang Bandarlampung yang dipukuli kelompok OTK. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Seorang pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandarlampung bernama Syahri Abdul Rahman dipukuli orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya di sebelah lokasi Konfercab HMI Bandarlampung pada Minggu (25/10/2020) dini hari.

Ia pun mengadukan peristiwa tersebut ke Polresta Bandarlampung dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1/2325/X/2020/LPG/SPKT/RESTA BALAM pada Minggu pagi.

Syahri menceritakan, pemukulan yang ia alami buntut dari kesalahpahaman salah satu anggota biasa HMI Komisariat Ushuludin berinisial RK.

"RK membawa lima orang untuk memukuli saya. Memang pada saat itu, mereka terindikasi sedang terpengaruh minuman keras karena mereka membawa botol minuman keras pada saat kejadian," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Rilislampung.id, Senin (26/10/2020).

Sebelum melakukan pemukulan, lima OTK datang ke lokasi kejadian untuk menanyakan keberadaan Mauldan Gusta Rianda kepada korban.

"Namun, orang yang dicari sedang tidak ada. Akibat dari kejadian itu, saya mengalami luka robek pada bagian kepala dan merasakan sakit pada sekujur tubuh," ujarnya.

Salah seorang saksi mata Alridho Qurdianto menyebut RK merupakan kader HMI Komisariat Ushuludin. Ia mulai bersikap provokatif dengan melakukan intimidasi verbal.

"Setelah itu diikuti dengan aksi pemukulan yang dilakukan oleh kelima orang tersebut," ujarnya.

Kekisruhan tersebut memanas hingga berujung adu mulut ketika segerombolan massa anggota HMI Cabang Bandarlampung yang sedang menjalani konferensi cabang (konfercab) mulai mendatangi lokasi kejadian.

Aksi saling tuduh pun terjadi usai kelompok OTK berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Awalnya, anggota HMI Cabang Bandarlampung yang terafiliasi dalam masing-masing komisariat mencoba melerai keributan. Namun, rekan-rekan korban mencoba melindungi korban dan meminta agar anggota HMI Komisariat Ushuludin mengungkapkan identitas kelima orang yang dibawa oleh RK," pungkas Alridho. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID