Seru! Enam Film Ini Bikin Baper, Nangis, sampai Ngakak
lampung@rilis.id
Minggu | 13/05/2018 08.41 WIB
Seru! Enam Film Ini Bikin Baper, Nangis, sampai Ngakak
Suasana nonton film di Jamo Coffee yang digelar Klub Nonton Lampung, Sabtu (12/5/2018) malam. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M. Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Pekan kedua bulan apresiasi film di Jamo Coffee and Kitchen Jl. Jenderal Sudirman No. 26 Rawalaut, Bandarlampung, Sabtu (12/5/2018) malam berlangsung seru.

Ruangan yang terbatas dengan alas karpet, tak menyurutkan antusias pecinta film datang ke acara yang digelar Klub Nonton Lampung bekerjasama dengan Rilislampung.id.

Acara dibuka dengan tembang lagu klasik yang dinyanyikan Ketua Klub Nonton Lampung, Nada Khalisha. Suasana di ruangan langsung terasa segar. Apalagi, Nada memang memiliki suara yang bagus.

Semua pengunjung duduk tenang meski harus berdesak-desakan di ruangan persegi panjang dengan atap segitiga sama kaki. Kental aroma kayu menumbuhkan suasana berbeda.

Film berjudul Dang Lupa Usung Selopmu karya sutradara Agung Aditya P dengan durasi enam menit, mengawali acara ini. Tayangan tentang pentingnya sandal dalam kehidupan sehari-hari membuat penonton terhibur.

Ada nuansa religi karena film bercerita seorang mahasiswa yang punya kebiasaan selalu membawa sepasang sandal jepit untuk mempermudah dirinya beribadah. Mulai wudu sampai salat di masjid di lingkungan kampus. 

Kedua, Days of Miracle, film bergenre romantis dengan durasi enam menit karya sutradara Tiara Zulfa El-Wani. Lembutnya adegan yang disajikan membuat penikmat film yang hadir jadi terbawa perasaan atau baper.

Film mengisahkan dua insan yang tengah dilanda asmara, namun mereka berdua memiliki kekurangan fisik yang sama. Yaitu tidak dapat berbicara dan mendengar. Adegan di film ini cukup menguras air mata.

Ketiga, Tentang Asa. Film berdurasi sembilan menit yang disutradarai Mrezky Putra Sulaiman sukses menggocak isi perut penonton. Cerita soal pembangunan di Provinsi Lampung itu banyak adegan komedi.

Dua orang beradu akting dalam talkshow pembangunan di Kota Bandarlampung. Salah satunya berperan sebagai Wali Kota Bandarlampung dan lainya mahasiswa. Kelucuan terjadi ketika wali kota dalam debat walk out lantaran merasa diintervensi.

Keempat, Cita Cerita Pembangunan, film karya M. Padhil Faturrahman dengan durasi sepuluh menit. Berkisah salah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang mencari jalan keluar atas segala permasalahan di masa rantau dan memutuskan kembali pulang ke kampung halamannya. 

Meskipun malam semakin larut, penikmat film tetap setia. Kesabaran mereka terbayar dengan film kelima berjudul Umpan, film dengan durasi 19 menit bergenre aksi laga karya Adrian Ihsan.

Terakhir, Anak Koin, film berdurasi 33 menit karya Chrisila Wentiasri. Film mengangkat kisah kehidupan seorang anak yang terpaksa bekerja ketimbang mengejar ilmu. Penonton nampak larut.

Usai pemutaran, acara dilanjutkan diskusi yang menghadirkan sang sutradara Chrisila Wentiasri. Dia membagikan tips mencari ide dan bagaimana memvisualisasikannya dalam film.

Nada mengatakan, bulan apresiasi bertema Nonton, Ngobrol, dan Nonton ini digelar sebagai bentuk nyata dari upaya meningkatkan apresiasi dan motivasi bagi sineas muda Lampung. ”Nggak sangka, antusias pecinta film tinggi,” syukurnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID