Sidang Mustafa, Kabid Perkim Punya Catatan Aliran Fee Proyek
Muhammad Iqbal
Kamis | 18/02/2021 20.46 WIB
Sidang Mustafa, Kabid Perkim Punya Catatan Aliran Fee Proyek
Sidang kasus gratifikasi Mustafa. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Dwi Des

RILIS.ID, Bandarlampung – Jaksa penuntut umum (JPU) KPK RI, Taufik Ibnugroho, menghadirkan empat saksi dalam sidang kasus gratifikasi dengan terdakwa mantan bupati Lampung Tengah, Mustafa, Kamis (18/2/2021).

Mereka adalah Indra Erlangga, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman (Perkim) di Dinas Bina Marga Lampung Tengah (Lamteng), yang juga Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Lainnya, Supranowo (PNS Dinas Bina Marga), Khairul Rozikin (Kasi Perencanaan Wilayah Timur) dan Ilham Madjid (PNS Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Lamteng). 

Indra menyatakan dirinya menjabat Kabid Perkim di Dinas Bina Marga Lamteng sejak 2016. Tugasnya memastikan ketersediaan air bersih bagi warga. Seperti membuat sumur bor.

Mengenai pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Indra mengaku ada beberapa hal yang dia ketahui. 

"Waktu itu saya pernah menemani Taufik Rahman ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan dengan PT SMI menanyakan soal pinjaman," katanya. 

Indra menyebut, proses pinjaman ke PT SMI tidak terlaksana lantaran adanya syarat yang kurang, yakni tanda tangan dari pimpinan DPRD Lamteng.

Nah, untuk mempermulus dukungan tanda tangan, Indra diperintahkan Taufik Rahman yang saat itu menjabat Kepala Dinas Bina Marga untuk mengumpulkan dana dari rekanan.

"Dari keterangan Pak Taufik, awalnya anggota DPRD minta Rp5 miliar terus tambah lagi Rp3 miliar. Saya juga bingung kenapa tambah-tambah melulu," terangnya. 

Indra kemudian mengumpulkan uang rekanan, di mana semua setoran fee proyek tersebut tercatat rapi olehnya sejak Agustus 2016 hingga Juli 2018.

"Ada catatan semua di laptop. Uang enggak kami simpan. Misal, Pak Mustafa minta uang, baru kami carikan dari rekanan. Kalau sudah terkumpul baru kita serahkan ke orang terdekat Pak Mustafa," pungkasnya. (*) 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID