Silang Pendapat soal Konsumsi Cacing di Sarden Kalengan

Selasa | 03/04/2018 16.12 WIB
Silang Pendapat soal Konsumsi Cacing di Sarden Kalengan
Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Kesehatan Bandarlampung Asnah Tarigan (kanan) dan tim sedang memeriksa 27 merek ikan sarden yang mengandung cacing di Giant Antasari, Selasa (3/4/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Pernyataan kontroversi Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek soal produk kemasan yang mengandung cacing aman dikonsumsi ternyata tidak sama dengan bawahannya.

Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Kesehatan (Diskes) Bandarlampung Asnah Tarigan justru menegaskan bahwa ikan makarel yang mengandung cacing berparasit tidak boleh dikonsumsi.

“Cacingnya memang sudah mati, tapi kita belum bisa memastikan bahaya atau tidaknya secara langsung. Yang pasti tidak menimbulkan muntah dan sebagainya karena sudah mati,” katanya kepada rilislampung.id di sela-sela pemeriksaan 27 merek sarden di Giant Antasari, Bandarlampung, Selasa (3/4/2018).

Menurut Asnah, produk kemasan yang mengandung cacing tidak etis kalau dikonsumsi. “Karena kalau makan ikan, ya ikan, tidak boleh ada unsur cacingnya. Selain itu kan produsen hanya mendaftarkan ikan dalam labelnya, tidak beserta cacing, kalau ada cacing juga itu namanya bahaya fisik,” terangnya.

Dia juga memastikan tidak boleh ada hal-hal lain yang dimasukkan, kecuali yang tertera di dalam label. “Kalau ada, itu artinya penipuan konsumen," pungkasnya.

Sementara Kepala Seksi Pemeriksaan BBPOM Bandarlampung Hotna Panjaitan memastikan hanya 27 merek yang mengandung cacing pita. “Tapi kalau seperti ikan sarden dan tuna itu aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menkes mengatakan bahwa cacing itu sebenarnya mengandung protein. "Cacing itu sebenarnya isinya protein. Kalau sudah dimasak saya kira juga steril. Insya Allah nggak jadi penyakit," urai Nila di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Diketahui, Badan POM RI sendiri telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek. Hasilnya menunjukkan 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID