Simpan Pinjam BumKam untuk Pelaku Usaha Kecil dan Mikro - RILIS.ID
Simpan Pinjam BumKam untuk Pelaku Usaha Kecil dan Mikro
lampung@rilis.id
Kamis | 24/01/2019 21.51 WIB
Simpan Pinjam BumKam untuk Pelaku Usaha Kecil dan Mikro
Kepala Kampung Tridarma Wirajaya Tatang dan Pengelola BumKam saat menjelaskan soal pinjaman dana BumKam.. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Setya Budi Pramana

RILIS.ID, Tulangbawang – Munculnya dugaan penyimpangan Program Badan Usaha Milik Kampung (BumKam) dalam bentuk guliran simpan pinjam di Kampung Tridarma Wirajaya Kecamatan Banjaragung, mendorong Fiqih Alhusni selaku Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tulangbawang (Tuba) angkat bicara.

Baca: Pengelolaan Dana BumKam di Tuba Diduga Tidak Tepat Sasaran

Menurut Fiqih, AD/ADRT BumKam dan Badan Usaha Milik Antar Kampung (BumaKam) mengatur bahwa guliran simpan pinjam itu bertujuan membangun dan mengembangkan usaha kecil dan mikro masyarakat. Sehingga, guliran simpan pinjam itu diperuntukkan bagi masyarakat sebagai pelaku usaha kecil dan mikro.

“Jadi, sesuai AD/ART BumKam, siapapun sebagai pelaku usaha kecil dan mikro boleh meminjam dana BumKam. Tentu, setelah melalui penilaian oleh pengelola BumKam,” terang Fiqih kepada rilislampung.id, Kamis (24/1/2019) malam.

Sehingga lanjut Fiqih, jika ada pegawai kecamatan yang juga punya usaha kecil dan mikro dan dinilai layak, maka boleh-boleh  saja mendapat guliran simpan pinjam itu.

Sebab, yang juga tak kalah penting dari guliran simpan pinjam itu adalah bagaimana pelaku usaha mikro selaku peminjam bisa lancar melakukan pengembalian sehingga tidak terjadi kredit macet.

“Sesuai namanya progam ini kan guliran simpan pinjam, artinya pengembalian itu akan digulirkan kembali untuk peminjam lainnya. Sehingga sangat penting kelancaran pengembaliannya agar program ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Fiqih menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan penilaian kinerja keuangan BumKam. Penilaian akan dilakukan pada Maret 2019 dan hasilnya diketahui sekitar Juni 2019.

Penilaian ini perlu dilakukan untuk melihat efektifitas pengelolaan dana BumKam.

“Bagi BumKam yang kinerjanya belum baik maka kami akan melakukan peningkatan kapasitas,  seperti memberikan diklat manajerial kepada pengelola BumKam,” ujarnya.

Fiqih menambahkan, yang menjadi perhatian pihaknya saat ini adalah upaya meningkatkan kualitas SDM pengelola BumKam. Sebab, rata-rata manajerial pengelola BumKam masih belum begitu baik.

“Ini yang terus kami benahi, sehingga nantinya manajerial BumKam bisa lebih baik lagi,” tutup Fiqih.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID