Vonis Mati Bandar Narkoba, Ini Pertimbangan Majelis Hakim
Muhammad Iqbal
Jumat | 16/03/2018 09.30 WIB
Vonis Mati Bandar Narkoba, Ini Pertimbangan Majelis Hakim
Hakim tinggi, Sugeng Budiyanto. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang menguatkan putusan PN Tanjungkarang dengan menjatuhi hukuman mati untuk dua terdakwa kepemilikan ganja seberat 134 kg, Hendrik Saputra dan Haryono. Vonis atas upaya banding itu ditetapkan, pada Senin (12/3/2018).

Ketua majelis hakim Sugeng Budiyanto mengaku sudah melakukan berbagai pertimbangan selama tiga pekan sebelum akhirnya memutuskan kedua terdakwa tetap menjalani hukuman mati.

“Pertimbangan terhadap beberapa aspek seperti barang bukti, dampak apa saja yang dapat muncul apabila hukum terlihat lemah terhadap pemberantasan narkoba,” katanya kepada rilislampung.id, Kamis (15/3/2018). 

Berkaitan dengan barang bukti, lanjut Sugeng, maka tergolong banyak. Namun, hukuman mati bukan sekadar barang bukti melainkan harus memberikan efek jera sehingga generasi bangsa mengetahui betapa bahayanya bersentuhan dengan barang haram tersebut.

“Kita harus selamatkan generasi bangsa ini, apalagi pengguna narkoba ini sekarang larinya ke Indonesia. Indonesia juga paling lemah terhadap hukuman pidana narkoba jika dibandingkan dengan negara lain seperti Filipina dan Malaysia yang sangat keras terhadap terdakwa narkoba, mereka langsung dieksekusi,” paparnya.

Selain itu, penerapan hukuman mati untuk bandar narkoba sebagai wujud mendukung langkah tegas pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba. Meski merasa iba dengan dua terdakwa, Sugeng bersama dua hakim anggota, Martinus Bala dan Made Suweda tetap satu suara untuk menjaga generasi milenial dari ancaman narkoba.

“Saya memang sempat merasa iba secara individu, namun saya lebih iba terhadap generasi penerus bangsa jika sampai menggunakan narkoba. Iba saya ini lebih ke generasi penerus bangsa. Jadi jangan gara-gara satu orang malah mengorbankan ratusan juta orang,” ungkapnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID