Soal Dugaan Jual Beli Jabatan, KPU RI Hormati Proses DKPP - RILIS.ID
Soal Dugaan Jual Beli Jabatan, KPU RI Hormati Proses DKPP

Rabu | 29/01/2020 13.21 WIB
Soal Dugaan Jual Beli Jabatan, KPU RI Hormati Proses DKPP
Viryan Aziz anggota KPU RI usai peluncuran Gerbang Demokrasi KPU Kota Bandarlampung, Rabu (29/1/2020).FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – KPU RI menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),  soal kasus dugaan jual beli jabatan yang menyeret Esti Nur Fathonah salah satu anggota KPU Lampung.

Hal itu ditegaskan Anggota KPU RI Viryan Aziz usai meresmikan peluncuran aplikasi Gerbang Demokrasi di Aula KPU Kota Bandarlampung, Rabu (29/1/2020).

Disinggung soal sidang DKPP menyebut salah satu staf KPU RI, Toni terlibat dalam proses dugaan jual beli kursi KPU. Viryan mengaku sudah diperiksa. 

"Sekarang sedang pemeriksaan DKPP. DKPP sedang bekerja. Terkait hal semacam itu sudah diperiksa dan kita menghormati proses yang ada di DKPP sampai dengan selesai," ujarnya.

Dirinya juga telah mendengar jika KPU Provinsi Lampung membantu selama proses sidang DKPP untuk memberikan informasi.

"Kami juga dengar KPU Provinsi Lampung sedang bekerja membantu. Diminta menyampaikan sejumlah informasi. Dan sudah disampaikan. Kami tetap fokus bekerja," terangnya.

Viryan menegaskan pihaknya akan menghormati apa yang menjadi keputusan dari sidang DKPP tersebut.

 "Apapun keputusan DKPP akan kami laksanakan dan tahapan pilkada tetap berjalan," tukasnya.

Sementara, Anggota KPU Provinsi Lampung, Esti Nur Fathonah bersikukuh menyatakan tidak tahu menahu dan terilibat dalam kasus dugaan jual beli jabatan KPU kabupaten/kota.

"Kalian sudah menyaksikan dua kali persidangan. Ya lihat saja fakta - fakta di persidangan tersebut," tegasnya.

Bahkan, Esti merasa diseret-seret dalam pusaran kasus jual beli jabatan tersebut. 

"Saya tegaskan saya tidak pernah terlibat sama sekali. Dan Ketut sudah konfirmasi tidak punya nomor saya. Virza pun juga. Jadi pertemuan itu tidak disengaja," tegasnya saat menghadiri peluncuran aplikasi Gerbang Demokrasi di Aula KPU Kota Bandarlampung. 

Disinggung munculnya nama staf KPU RI Toni dalam persidangan DKPP, Esti mengaku tidak mengenal staf KPU tersebut. "Saya tidak tahu," tandasnya. (*) 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID