SPDP Kasus Dosen UIN Dikirim ke Kejati, Polda segera Gelar Perkara
Muhammad Iqbal
Selasa | 12/03/2019 22.05 WIB
SPDP Kasus Dosen UIN Dikirim ke Kejati, Polda segera Gelar Perkara
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa EP yang melibatkan oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berinisial SH, terus berlanjut.

Kasubdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Reknata) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Ketut Seregig mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan gelar perkara kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen SH.

“Kita mau gelar perkara bersama pimpinan, segera akan kita tetapkan status (Dosen SH) yang bersangkutan sebagai tersangka,” katanya, Selasa (12/3/2019).

Dia juga mengaku telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejati Lampung. Ini sesuai Peraturan Kapolri No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

“Sesuai aturannya, kita telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan sejak dua minggu lalu," ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi dalam perkara tersebut.

"Sudah 14 saksi yang diperiksa, nanti saksi terlapor juga akan kita mintai keterangan," pungkasnya.

Sementara Kejati Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait SPDP kasus dosen UIN yang dikirimkan pihak polda. Saat Rilislampung.id menghubungi Kasipenkum Agus Ari Wibowo juga tidak direspon, meski telepon genggamnya aktif.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas UIN Raden Intan Lampung Hayatul Islam menyerahkan semua proses hukum terhadap pihak kepolisian.

"Ya sesuai dengan sikap kita sejak awal bahwa kita menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," singkatnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID