Status Pekon di Lambar Meningkat, Ini Rinciannya  
Ari Gunawan
Senin | 08/06/2020 20.40 WIB
Status Pekon di Lambar Meningkat, Ini Rinciannya  
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lampung Barat, Okmal. Foto: Rilis Lampung/Ari Gunawan

RILIS.ID, Lampung Barat – Beberapa pekon di Lampung Barat (Lambar) mengalami kemajuan perkembangan menuju nilai yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Banyak status desa berkembang menjadi desa maju.  Bahkan, ada status desa yang melesat naik dua tingkat dari berkembang menuju desa mandiri.

Perkembangan pekon (desa) tersebut diketahui melalui hasil rekapitulasi Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2020 Kabupaten Lambar oleh Tim Pendamping desa dalam memetakan status perkembangan desa.

Adapun rincian status desa di Lambar secara umum yaitu status desa mandiri tahun 2019 sebanyak 2 pekon, tahun 2020 meningkat menjadi 10 pekon, status desa maju 30 pekon tahun 2019, meningkat menjadi 44 pekon di tahun 2020.

Status desa berkembang 85 pekon tahun 2019, tahun 2020 menurun menjadi 75 pekon, status desa tertinggal tahun 2019 sebanyak 14, tahun 2020 berkurang menjadi 1 pekon.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar, Okmal mengatakan, selain memetakan status perkembangan desa yang memperhatikan karakteristiknya dalam penanganan, tujuan dari disusunnya nilai IDM yaitu sebagai instrumen untuk melakukan targeting dalam pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

"Juga untuk memberikan arah bagi kebijakan pembangunan kemandirian desa di masa mendatang, mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan," kata Okmal, Senin (8/6/2020).

Untuk diketahui, pembagian status penilaian yaitu Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Berkembang, Desa Maju dan Desa Mandiri. Dengan memperhatikan 3 aspek penilaian yaitu Indeks Komposit Sosial (IKS), Indeks Komposit Ekonomi (IKE) dan Indeks Komposit Lingkungan (IKL).

Hasilnya di Lampung Barat, secara umum penilaian rekapitulasi dari 15 Kecamatan mengalami perkembangan menuju nilai yang lebih baik. Banyak status desa berkembang menjadi desa maju, dan ada status desa yang naik dua tingkat dari berkembang menuju desa mandiri sehingga status desa mandiri yang semula 2 menjadi 10 desa mandiri.

"Walau demikian, masih ada status desa yang tetap/tidak mengalami perubahan, yaitu sebanyak 91 pekon, namun nilai per point naik dengan bertambahnya indikator yang diukur lebih

rinci," ungkap Okmal.

Lalu, lanjut Okmal rekapitulasi IDM merupakan assessment terhadap korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari pemerintah, sesuai dengan partisipasi masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa (tipologi dan modal sosial).

"Serta, agar dapat diketahui apakah pembangunan dan pemberdayaan desa yang dilaksanakan sudah sesuai sasaran atau belum dalam peningkatan kemandirian desa," ujar Okmal.

Okmal juga menjelaskan, dalam menindaklanjuti hasil rekapitulasi IDM tahun 2020 tersebut, beberapa hal harus dilakukan pemkab.

"Yaitu perlu diperhatikan bahwa aspek penilaian IDM pada Tahun 2020 ada sedikit perubahan dari tahun sebelumnya, dimana tahun ini lebih terperinci setiap aspeknya, sehingga menyebabkan beberapa status desa masih tetap dari sebelumnya," jelas Okmal.

Kemudian kata Okmal, ditekankan pada perangkat Kecamatan dan Pekon agar lebih memahami tujuan dan manfaat penilaian IDM guna kemajuan Pekon, sehingga perlu adanya pemahaman lebih aspek-aspek penilaian IDM.

"Terakhir, Pemerintah Daerah untuk lebih memperhatikan Indeks-indeks Komposit penilaian sehingga dapat melakukan intervensi kebijakan guna perbaikan nilai komposit tersebut, agar meningkatkan status desa," pungkasnya. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID