Suami Tewas Ditembak, Istri Ingin Jual Tanah untuk Ngaben
Agus Pamintaher
Senin | 27/01/2020 21.27 WIB
Suami Tewas Ditembak, Istri Ingin Jual Tanah untuk Ngaben
Ketut Wasti (45) di rumah orangtuanya di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Agus Pamintaher

RILIS.ID, Lampung Selatan – Duka masih menyelimuti Ketut Wasti (45), istri almarhum Komang Tiste (48) yang tewas ditembak dua orang tak dikenal.

Peristiwa itu terjadi di kebun singkong Dusun Putuk Jaya, Talan Batu Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, Senin (20/1/2020).

Ditemui di rumah orangtuanya di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan (Lamsel), Ketut menyatakan terima kasihnya atas ditembak matinya satu tersangka.

Dia berharap, seorang lainnya dapat segera dibekuk. Sebab, masih teringat jelas di benaknya saat suaminya ditembak dua kali dari jarak lima meter. 

Ibu lima anak ini menceritakan, selama 15 tahun merantau sebagai buruh di Mesuji, selama itu pula, ia hanya memiliki gubuk dan tanah yang tidak seberapa luas. 

Dia mengaku tidak ingin lagi tinggal di tempat yang dulu dihuni bersama Komang Tiste tersebut. Tanah pekarangan, rencananya akan ia jual dan uangnya untuk biaya ngaben suaminya. 

Ngaben adalah upacara pembakaran mayat pada masyarakat Bali yang beragama Hindu.

"Karena kalau ngaben sekarang biayanya tinggi dan saya tidak mampu," ujar Ketut Wasti. 

Ditanya kronologis suaminya ditembak, Ketut menjelaskan mereka didatangi dua orang.

Satu di antaranya bertanya, "Kamu Komang Tiste ya?" 

Spontan, suaminya menjawab, ”Iya”.

Saat itu juga tanpa basa-basi, dua peluru meluncur ke tubuh lelaki malang ini.

"Setahu saya, suami tidak punya musuh. Kami kerjanya hanya buruh. Saya dan suami hanya upahan nyemprot tanaman singkong milik Pak Komang Bon," imbuhnya. 

Mereka menerima upah Rp500 ribu untuk menyemprot lahan singkong.  

"Selama ini anak-anak sekolah di Balinuraga dan ikut orangtua saya. Tujuan kami cuma satu yaitu mencari uang buat keluarga," pungkas Ketut. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID