Sukses Kendalikan Inflasi, BI Apresiasi Kinerja TPID Lampung
lampung@rilis.id
Selasa | 18/12/2018 15.18 WIB
Sukses Kendalikan Inflasi, BI Apresiasi Kinerja TPID Lampung
Karo Perekonomian Pemprov Lampung Lukmansyah menyerahkan penghargaan kepada Sekkot Bandarlampung Badri Tamam, Selasa (18/12/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan memuji kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang sukses mengendalikan inflasi yang tercatat tercatat sebesar 2,41 persen.

“Inflasi Lampung lebih rendah ketimbang inflasi nasional 3,24 persen. Di bulan November 2018, inflasi Lampung juga lebih baik dibandingkan rata-rata inflasi tahunan selama tiga tahun belakangan yakni sebesar 4,16 persen," katanya pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Selasa (18/12/2018).

“Pencapaian inflasi ini tidak lepas dari TPID provinsi maupun kabupaten/kota yang senantiasa terus berfokus pada menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pangan strategis,” sambungnya.

Budiharto memprediksi proyeksi perekonomian Lampung 2019 akan tumbuh pada kisaran 5,1sampai 5,5 persen. Ini menguat dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,2 persen seiring perkembangan perekonomian global, nasional dan regional pada tahun ini hingga beberapa tahun ke depan.

Dia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Lampung akan ditopang solidnya konsumsi swasta yang didorong oleh disposable income. Juga berlanjutnya pembangunan investasi swasta dan pemerintah serta konsumsi pemerintah menjelang pelaksanaan pemilihan umum.

“Disamping itu juga ditopang oleh harga komoditas dunia unggulan ekspor Lampung seperti kopi dan kelapa sawit. Sehingga hal-hal tersebut menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Lampung," paparnya.

Sementara Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo melalui Kepala Biro Perekonomian Lukmansyah menjelaskan penggerak ekonomi masih bertumpu pada tiga sektor utama, yakni sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan besar, eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor dengan porsi masing-masing sebesar 31,16, 19,43, dan 11,02 persen.

“Dengan capaian-capaian tersebut, Indeks Daya Saing Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan. Data yang dirilis oleh Asian Competitiveness Institute (AC1) menunjukkan di tahun 2015 peringkat Provinsi Lampung tercatat ke-25 dan di tahun 2018 naik hingga 14 level mecapai posisi ke-11. Kekuatan ini dapat dilihat dalam pemerintahan dan institusi publik serta kondisi finansial, bisnis dan tenaga kerja," ujarnya.

Lukmansyah mengingatkan potensi Lampung tidak akan tergarap maksimal apabila masyarakat tidak mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya.

“Semoga lahir ide-ide terobosan yang mampu membuat Provinsi Lampung membuat lompatan jauh dalam mengejar pembangunan agar setara dengan provinsi maju lainnya," tuturnya.

Pada acara tersebut juga memberikan penghargaan untuk pemerintah kabupaten dan kota di Lampung yang telah berkontribusi besar dalam mendorong peningkatan investasi yang besar. Kota Bandarlampung terbaik pertama, disusul Kabupaten Pesawaran dan Pesisir Barat. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID