Tak Ada Chemistry Bikin Kepala Daerah dan Wakilnya Pecah Kongsi
Rilis.id
Sabtu | 10/02/2018 15.45 WIB
Tak Ada Chemistry Bikin Kepala Daerah dan Wakilnya Pecah Kongsi
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan wakilnya, Mad Hasnurin saat dilantik Gubernur Ridho Ficardo di Balai Keratun, Bandarlampung, Senin (11/12/2017) lalu. FOTO: RILIS.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, – JAKARTA – Perpecahan antara kepala daerah dan wakilnya bukanlah hal yang baru di pemerintahan daerah. Bahkan persentase kepala daerah pecah kongsi sudah mencapai 90 persen.

Hal ini diungkapkan mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan. 

“Faktor utama perseteruan kepala daerah dan wakilnya itu disebabkan perbedaan visi dan misi," katanya dalam diskusi 'Perspektif Indonesia' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2018).

 

Menurutnya, kinerja kepala daerah seperti gubernur, bupati dan wali kota tidak lepas dari gerak wakilnya. Namun, hampir 90 persen kepala daerah dan wakilnya pecah kongsi di tengah jalan.
 
“Kita harus menata kembali sistem pemilihan. Bagaimana memilih kepala daerah dan wakilnya yang benar-benar mumpuni, tidak hanya soal popularitas dan mana yang kita senangi,” ujar Djohan.
 
Agar pemerintahan stabil, lanjut Djohan, calon kepala daerah dan wakilnya harus memiliki visi dan misi yang sama. Bukan sekadar visi-misi yang diperlihatkan dan dijanjikan kepada rakyat untuk memenangkan pertarungan.
 
“Banyak sekali yang berpasangan, tetapi tidak ada chemistry-nya. Asal saja yang penting ada pasangan dan seolah-olah sama visi-misinya. Kalau seperti itu, selamat datang pecah kongsi,” kata Djohan.
 
Jika serius membangun daerah, sambung dia, calon kepala daerah dan wakilnya harus serius mempersiapkan hal tersebut. Selain itu, calon kepala daerah dan wakilnya sebaiknya memiliki latar belakang yang sesuai untuk memimpin. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID