Tak Dibiayai Jampersal, Hak Perempuan di Lamsel Terabaikan - RILIS.ID
Tak Dibiayai Jampersal, Hak Perempuan di Lamsel Terabaikan
lampung@rilis.id
Selasa | 15/09/2020 21.27 WIB
Tak Dibiayai Jampersal, Hak Perempuan di Lamsel Terabaikan
Pertemuan antara Komisi III DPRD dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Selasa (15/9/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ahmad Kurdy

RILIS.ID, Lampung Selatan – Hak perempuan yang hendak melahirkan di Lampung Selatan agar dibiayai Jaminan Persalinan (Jampersal) terabaikan.

Pasalnya, banyak dari mereka yang tidak tahu program dari pemerintah pusat ini karena minimnya sosialisasi.

DPRD Lampung Selatan (Lamsel) karenanya meminta agar Dinas Kesehatan setempat dapat bekerja keras untuk itu.

Legislator menilai masih banyak masyarakat, khususnya orang miskin yang belum mengetahuinya. Padahal, program itu untuk mereka.

"Jampersal Lamsel baru terserap 50 persen dari total anggaran Rp4 miliar. Artinya masih ada Rp2 miliar. Harapan kita terserap dengan baik," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Lamsel, Waris Basuki, Selasa (15/9/20).

Selain masalah sosialisasi, Komisi III juga menilai masyarakat yang mendapat manfaat dari Jampersal belum maksimal terlayani.

"Keterbatasan di tingkat bawah di puskesmas dan bidan. Ternyata masih juga belum ada sosialisasi program dengan baik. Karena itu kita minta Dinas Kesehatan segera mensosialisasikan,” pintanya.

Dengan diketahuinya program ini, lanjut dia, maka ibu-ibu hamil yang tidak memiliki kartu BPJS, bisa menggunakan fasilitas jampersal untuk pembiayaan persalinan mereka.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Lamsel, Jimmy Hutapea, menerangkan dana sosialisasi Jampersal memang tidak ada lantaran dari dana alokasi khusus (DAK).

"Klaim persalinan memang baru terserap 50 persen. Sosialisasi tidak ada anggarannya karena itu dana DAK. Jadi nanti masuknya dari APBD," ujar Jimmy. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID