Tak Kuat Menahan Rindu pada Anak-Istri, Warga Ulubelu Gantung Diri
Adi Yulyandi
Jumat | 30/10/2020 21.14 WIB
Tak Kuat Menahan Rindu pada Anak-Istri, Warga Ulubelu Gantung Diri
Aparat kepolisian di lokasi kejadian. FOTO: HUMAS POLSEK PULAU PANGGUNG

RILIS.ID, Tanggamus – Suasana pagi yang tenang pada Jumat (30/10/2020) pagi di Pekon Sukamaju Kecamatan Ulubelu, Tanggamus, seketika berubah.

Salah satu warga menemukan mayat laki-laki tergantung di sebuah bekas warung di desa tersebut. Kegemparan terjadi.

Aparat Polsek Pulau Panggung bersama Koramil dan tim kesehatan yang bergegas ke lokasi, kemudian menurunkan jenazah tersebut.

Polisi mengamankan sehelai sarung warna cokelat, seutas tali tambang merah, dan sebilah pisau dapur bergagang plastik warna biru, yang diduga untuk memotong tali.

Laki-laki ini belakangan diketahui bernama Badrun Rasid (65), warga Dusun Sukadamai.

Menurut keluarganya, Badrun hidup seorang diri di rumah adiknya setelah bercerai.

Ia diduga nekat gantung diri karena depresi tidak dapat menemukan anak-istrinya selama 40 tahun. Belum lagi sakit tuberculosis (TBC) yang selama ini merongrongnya.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora mengungkapkan, Badrun ditemukan adiknya telah tergantung di bekas warung sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Ramon, sehari sebelumnya Kamis (29/10/2020) pukul 22.00 WIB, Badrun sempat berbincang-bincang dengan adiknya, Dahiri (50). Tak lama kemudian Dahiri pergi tidur.

Sekitar pukul 01.00 WIB, saat Dahiri salat malam, ia tidak melihat sang kakak di kamarnya. Namun ia belum curiga dan menganggap Badrun menginap di rumah kerabat atau tetangga samping rumah.

"Kadang Badrun memang menginap di rumah adiknya yang lain, maupun tetangga. Sehingga Dahiri tidak curiga saat dia tidak ada di kamar," jelas Ramon mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Namun hingga pukul 07.00 WIB, Badrun tak kunjung kembali ke rumah. Dahiri lalu mencarinya.

Pukul 09.00, adik Badrun lainnya, Hardiono (36) melihat pintu bekas warung milik Dahiri terbuka.

Merasa curiga, Hardiono bergegas memeriksa dan melihat Badrun sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali tambang merah dilapisi sarung cokelat di leher.

Ia seketika panik dan berteriak meminta pertolongan keluarga dan warga setempat.

Berdasar keterangan tim medis dari Puskesmas Ulubelu, mulut Badrun miring ke kiri karena terlilit kain sarung serta seluruh tubuhnya membiru dan kaku.

Hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Badrun. Diperkirakan, ia sudah meninggal selama 12 jam sebelum ditemukan.

Jenazah Badrun telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) pekon setempat. Keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID