Takut Timbul Keresahan, Transmart Sengaja Minta BPBD Tak Datang

Rabu | 16/05/2018 15.53 WIB
Takut Timbul Keresahan, Transmart Sengaja Minta BPBD Tak Datang
Mess Transmart yang terbakar, Selasa (15/5/2018) malam. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M. Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mengakui sengaja tidak mengirimkan mobil pemadam saat terjadi kebakaran lima mess di Transmart Lampung, Selasa (16/5/2018) malam.

Hal itu berdasarkan permintaan dari manajemen Transmart Lampung. Menurut manajemen, kebakaran tidak besar dan masih bisa ditangani sendiri oleh mereka.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung, M. Rizki, mengatakan pihaknya baru mendapat telepon dari warga sekira pukul 23.00 WIB. Dia memperkirakan kebakaran terjadi pukul 22.00 WIB.

"Saat tim sedang persiapan berangkat, pihak Transmart menelepon dan memminta kita untuk tidak berangkat," kata Rizki kepada rilislampung.id, Rabu (16/5/2018).

Dia menjelaskan, selain permintaan dari Transmart pihaknya juga mempertimbangkan muncul kekhawatiran warga. Pasalnya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam, ada dua peristiwa besar di Transmart.

"Kemarin kan ada insiden dugaan bom juga yang menggegerkan warga. Khawatirnya kalau kami ke sana, masyarakat tambah resah. Kita juga sudah cek, sistem hydrant Transmart memadai untuk kebakaran berskala kecil hingga sedang," terangnya.

Rizki menuturkan, untuk sementara dugaan kebakaran akibat korsleting listrik di area mess. Sementara kabar mengenai adanya satu orang karyawan yang luka bakar, dia mengaku tidak tahu.

"Sebab, untuk korban jiwa pihak Transmart bilang tidak ada. Semalam kita juga datang ke lokasi dengan mobil rescue untuk mengecek kejadian. Sampai di sana memang sepi dan tidak ada api lagi," ungkap Rizki.

Plt. Wali Kota Bandarlampung, M Yusuf Kohar, enggan menanggapi lebih jauh sikap manajemen Transmart Lampung yang terkesan menutup-nutupi kebakaran kepada aparat kepolisian.

"Musibah atau kecelakaan itu nggak bisa dihindari, sekarang lebih baik apa yang menjadi SOP (standar operasional prosedur) dijalankan. Kalau nggak boleh merokok ya jangan. Siapa tahu buang puntung rokok sembarangan ternyata ada bensin di situ. Nanti kita cek ya," singkatnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID