Temiangan Hill: Bak Negeri di Atas Awan - RILIS.ID
Temiangan Hill: Bak Negeri di Atas Awan
lampung@rilis.id
Senin | 20/07/2020 16.47 WIB
Temiangan Hill: Bak Negeri di Atas Awan
Oleh: Dr. Ir. Erwanto, M.S. (Dosen FP Unila & Anggota DRD Lampung)

Pengalaman di beberapa negara memperlihatkan bahwa industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat strategis untuk menggerakkan perekonomian wilayah. Industri ini memiliki keterkaitan yang sangat luas dengan bidang-bidang lain (termasuk seni-budaya,ekonomi kreatif, pertanian, lingkungan, ketenagakerjaan, dll.).

Kita patut bersyukur bahwa Lampung dianugerahi sumberdaya alam yang kaya dengan potensi pengembangan industri pariwisata, bahkan beberapa sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Sejak meledaknya wabah pandemi Covid-19 di medio Maret 2020 praktis industri pariwisata di Lampung mengalami kontraksi yang sangat berat. Dampak tekanan tersebut dirasakan oleh semua entitas industri pariwisata (hotel, resto, cafe, leisure, travel, destinasi wisata, dll.).

Akibatnya cukup banyak bisnis pariwisata yang sampai mengurangi jumlah tenaga kerja, ada yang menghentikan sementara kegiatan bisnisnya, bahkan ada yang sampai menutup bisnisnya.

Pengalaman di beberapa negara menunjukkan bahwa industri pariwisata ternyata termasuk salah satu industri yang cepat pulih segera setelah suatu masa krisis berakhir.

Minggu, 19 Juli 2020, secara kebetulan penulis mengikuti tim kecil menyaksikan kenyataan tersebut di lapang. Pada era new normal tim kecil kami mengunjungi salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun, yaitu "Temiangan Hill” di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedungsurian, Lampung Barat (Gambar). Ternyata industri pariwisata di Temiangan Hill praktis bisa dikatakan sudah bangkit kembali.

Temiangan Hill, Pekon Trimulyo, Lambar (Foto: Irmayani Noer, 2020)

Temiangan Hill memang mempesona bahkan pengelola dan pengunjungnya tidak lagi ragu menyebut Temiangan Hill bak ”negeri” di atas awan. Dari puncak Temiangan Hill ke arah bawah pengunjung bisa menyaksikan hamparan gumpalan awan yang seolah kompak memayungi daerah-daerah di bawahnya.

Jika direnungkan fenomena permadani putihkeabu-abuanini memunculkan kekaguman kita kepada Sang Pencipta. (Untuk sensasi selebihnya tentu pembaca harus datang langsung ke Temiangan Hill).

Temiangan Hill memang kian populer di kalangan wisatawan lokal. Hanya saja destinasi wisata potensial yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pekon Trimulyo ini masih memerlukan banyak sentuhan pembinaan, termasuk bantuan dari pemerintah daerah.

Destinasi wisata ini harus didorong untuk berkembang bersinergi dengan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Selain pengembangan produk atraksi wisata, diperlukan inisiatif pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat untuk mendukung industri pariwisata. Melalui pendekatan ini kebutuhan wisatawan (something to see, to do, and to buy) dapat dipenuhi dengan baik.

Temiangan Hill terletak di tengah kawasan budidaya perkebunan kopi robusta. Sepanjang jalan mendaki menuju lokasi, di kiri-kanan jalan pengunjung disuguhi pemandangan perkebunan kopi yang tumbuh subur dan berbuah lebat.

Pemandangan gradasi warna buah kopi mulai dari sangat hijau – kuning – sangat merah sungguh eksotik bagi sebagian besar pengunjung. Kondisi ini sangat mendukung gagasan untuk mengemas destinasi wisata di Pekon Trimulyo ini dalam branding Agro-EkoWisata. Program rebranding kopi robusta Lampung yang kembali digagas pemda sudah sepantasnya mencermati kemungkinan ini

Tampaknya industri pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dipromosikan menjadi salah satu mesin penggerak kegiatan perekonomian di Provinsi Lampung pasca pandemi Covid-19.

Kita bersyukur memiliki pemimpin yang menaruh perhatian besar pada sektor ini. Dari 33 janji saat kampanye paslon cagub-cawagub, pembangunan sektor pariwisata tercantum di nomor 8 dan 9, sedangkan ekonomi kreatif di nomor 23.

Ketika berdialog dengan Mas Wugy, anggota pengurus Pokdarwis yang mengelola Temiangan Hill, diungkapkan bahwa pelaku bisnis pariwisata sangat berharap ada inisiatif pemerintah berupa stimulus untuk akselerasi recovery bisnis pariwisata yang dikelola rakyat.

Kunjungan ke Temiangan Hill selain menyisakan kesan indah keelokan alam, juga meyakinkan bahwa industri pariwisata dan ekraf sangat dekat dengan pemulihan ekonomi rakyat.

Semoga cerita Temiangan Hill ini bisa mewakili kondisi destinasi wisata lainyang dikelola masyarakat. Akhirnya, terkait destinasi wisata Temiangan Hill penulis hanya ingin mengenang keindahan alamnya. Tentang petualangan berbahaya naik ojek motor trail di jalan tanah sempit mendaki terjal dengan salah satu sisi berupa jurang semoga segera terlupakan, karena masih sering mendebarkan.

Terima kasih kepada Mas Ojek yang sangat terampil. Kami bersyukur dalam petualangan itu dilindungi Allah SWT. Tabik Pun!(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID