Terjerat di TNBBS, Seekor Harimau Dievakuasi ke Lembah Hijau - RILIS.ID
Terjerat di TNBBS, Seekor Harimau Dievakuasi ke Lembah Hijau

Kamis | 04/07/2019 16.41 WIB
Terjerat di TNBBS, Seekor Harimau Dievakuasi ke Lembah Hijau
Tim mengevakuasi seekor harimau sumatera yang terjerat di hutan kawasan TNBBS, Lampung Barat, Rabu (3/7/2019). FOTO: IST

RILIS.ID, Lampung Barat – Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terjerat di hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), tepatnya di Resort Suoh, Kabupaten Lampung Barat, pada Selasa (2/7/2019) sekira pukul 12.37 WIB.

Kejadian itu diketahui oleh tim survei TNBBS dan NGO konservasi Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP) melalui kamera jebak.

Saat ditemukan, kondisi harimau masih sangat agresif. Hal itu menandakan waktu kejadian harimau terkena jerat belum lama terjadi.

Tim Rescue berinisiatif menjauhkan harimau dari lokasi jerat, agar harimau tidak semakin agresif karena dapat membuat luka jerat semakin dalam.

Tim kemudian mengevakuasi harimau tersebut ke Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung, untuk mendapatkan perawatan intensif, pada Rabu (3/7/2019) sekira pukul 13.26 WIB.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung Donal Hutasoit mengemukakan, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) terdiri dari Polhut dan dokter hewan yang bertugas untuk menyelamatkan dan menangani konflik satwa liar.

“Respon terhadap harimau yang terjerat harus dilakukan dengan cepat, agar satwa tersebut dapat diselamatkan. Selanjutnya satwa ini akan dititipkan sementara di lembaga konservasi sampai kondisi membaik dan siap dilepasliarkan kembali," katanya, Kamis (4/7/2019).

Sementara Kepala Balai Besar TNBBS Agus Wahyudiyono menyatakan bahwa ancaman terhadap eksistensi harimau sumatera sebagai satwa langka dan endemik cukup tinggi.

Padahal, pihaknya telah menerapkan sistem patroli perlindungan kawasan sejak tahun 2014 bersama para mitra NGO dari WCS-IP, YABI dan WWF serta Sumatran Tiger Project GEF-UNDP.

“Kejadian ini menandakan bahwa ancaman terhadap eksistensi harimau masih tinggi dan serius. Untuk itu, kami akan memperkuat sistem patroli perlindungan ini menjadi lebih intensif, dan akan menelusuri pemburu dan jaringan mana yang terlibat untuk segera ditindak,” ucapnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID