Tersangka Pembunuh Ibu Diisolasi di Ruang Cendrawasih RSJ
lampung@rilis.id
Rabu | 07/03/2018 21.09 WIB
Tersangka Pembunuh Ibu Diisolasi di Ruang Cendrawasih RSJ
Ruang Cendrawasih tempat tersangka Agus diisolasi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Pesawaran – Tersangka pembunuh ibu kandung, Agus (25) saat ini menjalani perawatan di Ruang Isolasi Cendrawasih Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung. Ia akan menjalani pemeriksaan selama 14 hari di RSJ yang terletak di Desa Kurungannyawa, Kelurahan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Humas RSJ Provinsi Lampung, David mengatakan, tersangka pembunuh Eti Yulia (55) itu berada di ruangan isolasi yang hanya berisi satu pasien.

"Ia akan menjalani pemeriksaan selama 14 hari di sini, setelah itu hasilnya kita serahkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti dalam penyidikan,” terang David kepada rilislampung.id, Rabu (7/3/2018).

Sementara Cahya Ningsih, dokter spesialis jiwa yang menangani tersangka menjelaskan, penderita gangguan jiwa bisa disembuhkan.

Penderita kejiwaan baik skizofrenia maupun psikosis masih dapat ditolong.  Syaratnya pengobatannya tidak terlambat dan dilakukan dengan baik.

Kalau syarat itu dipenuhi, maka 25 persen penderita skizofrenia bisa disembuhkan.

“Bukan berarti sembuh total, karena kepekaan untuk terganggu lagi pada penderita skizofrenia lebih besar daripada orang normal. Tetapi, gangguan psikosis yang disebabkan oleh kelainan anatomi otak sembuh total karena sebagian besar bersifat sementara,” jelasnya.

Gejala-gejala awal menderita psikosis sangat banyak wujudnya. Tidak menyangkut kondisi fisik, bisa berupa perasaan curiga, depresi, cemas, suasana perasaan yang mudah berubah, tegang, cepat tersinggung, atau marah tanpa alasan yang jelas.

Bisa juga gangguan kognitif seperti timbul pikiran aneh, merasa mengambang, sulit konsentrasi atau menurunnya daya ingat.

Lalu, gangguan pola tidur, perubahan nafsu makan, keluhan badan yang tidak jelas dasarnya, kehilangan tenaga atau dorongan kehendak antara lain gejala-gejala yang perlu diwaspadai. (*)

 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID