Tiga Pelaku Penyebar Black Campaign di Lampung Timur Tidak Ditahan

Selasa | 08/05/2018 15.19 WIB
Tiga Pelaku Penyebar Black Campaign di Lampung Timur Tidak Ditahan
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Lampung Timur – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) bersama Polres Lampung Timur, masih mendalami kasus penyebaran selebaran ujian kebencian terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 1 Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. 

"Masih dilakukan pendalaman dengan melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi, saat ini Panwascam Sekampung Udik, Sekampung, Bandarsribhawono, Wayjepara dan Labuhanratu serta Mataram Baru masih melakukan penyisiran selebaran tersebut," kata Uslih, selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Lampung Timur, via whatsapp, Selasa (8/5/2018). 

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan ketiga pelaku, bahwa ada aktor utama di balik itu penyebaran selebaran itu.

"Kalau dari ketiga pelaku, satu pelaku sebagai aktor dan dua orang sebagai kurir. Berdasarkan keterangan pelaku, ada indikasi pelaku utama di balik kegiatan penyebaran black campaign, tapi baru sebatas dugaan, karena masih diperlukan penelusuran, penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," ungkapnya. 

Namun, kata Uslih ketiganya belum menyebutkan nama. "Tidak menyebutkan nama, oleh karenanya akan terus didalami dan dikembangkan bersama tim penyelidikan Gakkumdu dari Polres dan Panwaslu Lamtim," tegasnya. 

Saat ini, kata Uslih, ketiga pelaku sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

"Dalam hal ini tidak ada kewenangan untuk melakukan penahanan. Pelaku sudah diperbolehkan pulang, setelah dilakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan dan akan dilakukan klarifikasi kembali jika masih ada keterangan yang dibutuhkan," kata Uslih yang juga anggota Sentra Gakkumdu ini. 

Diketahui, tiga pelaku penyebaran selebaran black campaign dan ujaran kebencian ditangkap aparat Polres Lampung Timur, Senin (7/5/2018).

Ketiganya adalah Isnan Subkhi, warga Brajaasri Way Jepara Kabupaten Lampung Timur dengan status pekerjaan wartawan; Riandes Priantara, warga Adirejo Pekalongan Kabupaten Lampung Timur; dan Framdika Firmanda, warga Jalan Seluang Yoso Dadi, Metro Timur, Metro. Dua nama terakhir berstatus mahasiswa. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID