Tinjau Kesiapan Kereta Bandara, Ridho Targetkan Pembebasan Lahan dalam Hitungan Bulan
lampung@rilis.id
Kamis | 02/05/2019 17.42 WIB
Tinjau Kesiapan Kereta Bandara, Ridho Targetkan Pembebasan Lahan dalam Hitungan Bulan
Gubernur M. Ridho Ficardo meninjau kesiapan kereta bandara, Kamis (2/5/2019). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo meninjau kesiapan pembangunan jalur kereta Bandara Radin Inten II Branti, Lampung Selatan.

Ridho bersama Forkopimda setempat bertolak dari Stasiun Tanjungkarang menuju Stasiun Branti. Orang nomor satu di Lampung itu juga sempat melihat lokasi stasiun kereta bandara.

Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar yang menempati lahan PT KAI.

“Jadi kita bergerak secara akseleratif, tetapi juga persuasif,” kata Ridho dalam keterangannya yang diterima Rilislampung.id, Kamis (2/5/2019).

Menurut Ridho, pembebasan lahan kereta bandara akan dikebut dalam hitungan bulan. Ia memastikan prosesnya berjalan seperti saat pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Kurang lebih modelnya nanti seperti saat kita membuat jalan tol sepanjang 284 km, kita dapat selesaikan dalam hitungan bulan. Dan harapannya, (kereta bandara) ini juga dapat kita selesaikan dengan segera, sehingga kita juga dapat memiliki kereta bandara,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ridho juga memaparkan rencana pembangunan shortcut Rejosari-Tarahan yang diperuntukkan bagi kereta api logistik.

“Ke depannya, kita juga akan membuat shortcut Rejosari-Tarahan yang tujuannya untuk membebaskan Bandarlampung dari kereta api logistik yang kerap membuat kemacetan bagi masyarakat," ujarnya.

Pelintasan kereta commuter di Bandarlampung, menurut Ridho, sudah penuh. Pihaknya akan membuat shortcut akan bergeser sampai Tegineneng, Pesawaran.

“Sehingga kereta penumpang yang ada di Bandarlampung akan lebih leluasa dan lancar,” pungkasnya.

Sementara Kepala PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sulthon Hasanudin mengatakan bahwa Stasiun Branti akan dipindahkan di dekat Bandara Radin Inten II.

“Kalau di Tegineneng merupakan titik perpisahan antara kereta barang dengan kereta penumpang," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID