Travel Gelap Rela Bayar Rp80.000 demi Dapat Penumpang di Pelabuhan Bakauheni - RILIS.ID
Travel Gelap Rela Bayar Rp80.000 demi Dapat Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Muhammad Iqbal
Minggu | 09/06/2019 12.26 WIB
Travel Gelap Rela Bayar Rp80.000 demi Dapat Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Inilah antrean travel gelap yang siap mengangkut penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (8/6/2019) malam. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M.Iqbal

RILIS.ID, Lampung Selatan – Momentum liburan panjang Hari Raya Idulfitri memberikan berkah tersendiri bagi jasa angkutan umum di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Salah satunya travel gelap yang sudah marak beroperasi sejak arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Beroperasinya travel gelap di kawasan Pelabuhan Bakauheni bukanlah gratisan. Sejumlah pengelola melalui sang sopir harus merogoh kocek yang tidak sedikit demi mendapatkan izin mengambil atau menunggu penumpang di dalam maupun pintu keluar pelabuhan penyeberangan tersebut.

Seperti diungkapkan salah seorang sopir travel yang enggan disebutkan namanya. Dia mengakui bahwa mobil pribadi miliknya diizinkan masuk dalam kawasan Pelabuhan Bakauheni dengan satu syarat, yakni harus mengeluarkan kocek sebesar Rp80.000 untuk satu kali masuk.

"Saya bayar sama Johan, Rp80 ribu. Itu untuk satu kali jalan saja. Misalnya nih, saya narik dari Bakauheni ke Bandarlampung, terus nanti saya masuk lagi, ya saya bayar lagi segitu juga," katanya kepada Rilislampung.id, Sabtu (8/6/2019).

Dalam sehari, lanjutnya, kendaraan yang dikemudikannya bisa beroperasi tiga sampai empat kali di Pelabuhan Bakauheni. Artinya, kocek yang dikeluarkan untuk mendapatkan izin mencapai ratusan ribu rupiah.

"Kalau normal ya, hari biasa sih dua sampai tiga kali. Ya berarti saya harus bayar uang Rp240 ribu. Nah kalau libur panjang kayak gini, apalagi Lebaran ya itu, maksimal empat kali ya, saya bayar Rp320 ribu. Itu baru satu mobil, sementara kalau dihitung-hitung adalah 50 unit mobil sehari," bebernya.

Berdasarkan pantauan wartawan media ini, travel gelap sudah leluasa berada dalam kantung-kantung parkir di Pelabuhan Bakauheni sejak H-3 Lebaran. Para sopir memarkirkan kendaraannya di sebuah tempat yang sudah dikondisikan oknum petugas.

Rebutan penumpang menjadi pemandangan baru di Pelabuhan Bakauheni. Kondisi ini memberikan rasa tidak nyaman bagi para penumpang.

"Enggak nyamanlah, kita ditarik-tarik. Terus barang-barang kita itu kadang main dibawa aja. Kemarin saudara saya di sini hilang barangnya. Ya gara-gara kayak begitu, tasnya main dibawa aja, terus si sopir itu enggak tahu pergi ke mana," keluh salah seorang penumpang yang menolak menyebut identitasnya.

Dia pun meminta pihak PT ASDP Cabang Bakauheni dan instansi terkait untuk menertibkan travel gelap yang meresahkan para penumpang.

Sayangnya, Humas ASDP Cabang Bakauheni Syaifullahil Maslul belum merespon ketika dikonfirmasi wartawan media ini. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID