Tur Gunung Anak Krakatau Ditiadakan, Ini Alasannya!

Selasa | 26/06/2018 14.10 WIB
 Tur Gunung Anak Krakatau Ditiadakan, Ini Alasannya!
Letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi Senin (25/6/2018) pagi. FOTO: Andersen/Twitter Sutopo PN

RILIS.ID, Bandarlampung – Tur ke Gunung Anak Krakatau (GAK) yang biasanya selalu dilakukan berkaitan pelaksanaan Festival Krakatau pada tahun ini ditiadakan.

Dinas Pariwisata Lampung beralasan kondisi GAK sedang tidak stabil. Bahkan, Senin (25/6/2018), gunung yang terletak di Selat Sunda itu sempat meletus.

”Terlebih, GAK merupakan cagar alam, bukan tempat wisata yang bisa dikunjungi kapan dan oleh siapapun,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiarto, kepada rilislampung.id, Selasa (26/8/2018).

Untuk memberi pengertian kepada pihak-pihak terkait larangan tur Krakatau, pihaknya akan menggelar seminar internasional Krakatau.

”Jadi nanti dalam seminar dilaksanakan penelitian oleh peserta. Sehingga, benar-benar diketahui bersama soal pentingnya menjaga cagar alam,” terangnya.

Sementara, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung meminta tur Krakatau ditiadakan mengingat gunung itu cagar alam.

Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 85/kpts-II/1990 tanggal 26 Februari 1990 tentang Penunjukan Pulau Anak Krakatau Sebagai Cagar Alam. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID