Turun Kasta
Wirahadikusumah
Rabu | 19/02/2020 12.12 WIB
Turun Kasta
Oleh : Wirahadikusumah

Senin (17/2/2020) sore, kantor Rilis Lampung kedatangan tamu. Ia adalah calon Wali Kota Bandarlampung: Irjen Purnawirawan Ike Edwin.

Saya baru beberapa tahun ini mengenal Dang Ike- sapaan akrab saya kepada Ike Edwin-. Sejak 2016. Kala itu ia masih menjabat Kapolda Lampung.

Banyak prestasi yang diraihnya semasa masih aktif di Polri. Seingat saya, semasa menjabat Kapolda Lampung, ada lima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) diraihnya.

Kala menjabat Kapolda Lampung, ia memang terkenal dekat dengan masyarakat. Sebab, dalam memimpin korps Bhayangkara, pendekatan kearifan lokal yang dilakukannya.

Dia bahkan sampai membuka kantor di luar saat menjabat Kapolda Lampung. Yang saat itu, masyarakat bisa mengadu langsung kepadanya. Terkait persoalan yang menyangkut kinerja kepolisian. Dan laporan itu, langsung dieksekusi hari itu juga.

Semasa menjabat Kapolda Lampung, Dang Ike juga sering menyempatkan waktu bersilaturahmi ke rumah tokoh agama, adat, dan masyarakat di provinsi ini. Juga ke kediaman para pemimpin media massa.

Bahkan, seingat saya, saat menjabat Kapolda Lampung, Dang Ike sampai tiga kali menyambangi rumah saya. Hanya untuk bersilaturahmi dan berdiskusi. Tentang persoalan apa saja.

Sayang, ia hanya hitungan bulan menjabat Kapolda Lampung. Dang Ike kemudian kembali ditugaskan kapolri di Jakarta.

Namun, meski hanya hitungan bulan, masyarakat Lampung sudah banyak yang mengenalnya.

Bukan hanya karena ia tokoh adat, namun karena gaya kepemimpinannya yang tak berjarak dengan warga. Itulah yang membuatnya banyak disukai masyarakat.

Saat datang ke kantor Rilis Lampung Senin sore itu, saya sempat mengajukan dua pertanyaan kepadanya. Ini pun pasti menjadi pertanyaan banyak orang.

Pertama, mengapa Dang Ike mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bandarlampung? Sementara, banyak yang menilai, jabatan wali kota bukanlah level Dang Ike lagi. Sebagai pensiunan jenderal polisi bintang dua dan mantan kapolda, Dang Ike sepertinya lebih pantas mencalonkan diri sebagai gubernur.

Saya katakan kepadanya, pencalonan Dang Ike menjadi wali kota ini seakan memilih untuk ”turun kasta”.

Dang Ike mengatakan, pencalonannya itu murni untuk ibadah. Menaikkan harkat dan martabatnya di mata Allah SWT. Dengan cara mengabdikan diri kepada masyarakat. Sebagai pelayannya rakyat.

”Ibadah itu tidak mengenal status sosial. Harus dipahami. Tanggalkan status sosialmu, kalau kamu beribadah. Karena ibadah itu sangat mulia di depan Allah. Saya mau beribadah dan bermanfaat buat seluruh masyarakat. Saya ingin berbuat baik untuk masyarakat Bandarlampung,” kata dia.

Pertanyaan kedua yang saya ajukan adalah: mengapa Dang Ike memilih perempuan untuk pasangannya dalam mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bandarlampung?

Dang Ike mengatakan, ia memilih dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes. karena sosoknya yang baik. Dan tidak cacat integritas.

”Dokter Zam selain aktivis semasa mahasiswa, di sela kesibukannya sebagai dokter juga aktif dalam kegiatan sosial. Orangnya juga baik. Dan saya memang harus memilih wakil dari kalangan perempuan. Yang sosoknya seperti dokter Zam,” jawabnya.

Di akhir perbincangan, Dang Ike memohon doa dan dukungannya dari masyarakat Lampung. Khususnya Kota Bandarlampung. Untuk niatnya tersebut.

”Semoga Allah SWT meridhoi niat baik kami, untuk menjalankan ibadah ini,” ucapnya.(Wirahadikusumah).


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID