UIN Raden Intan Sebatas Memantau Mahasiswi Bercadar

Jumat | 09/03/2018 15.51 WIB
UIN Raden Intan Sebatas Memantau Mahasiswi Bercadar
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Bandarlampung – Surat Rektor UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta soal pendataan dan pembinaan terhadap mahasiswi bercadar di kampus itu, memunculkan kontroversi. Kebijakan itu bisa saja meluas ke kampus lain, lantaran setiap perguruan tinggi punya hak untuk menerapkan atau tidak kebijakan seperti itu.  

Bagaimana dengan UIN Raden Intan Lampung? Menurut Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Moh. Mukri, sampai saat ini belum pernah ada pendataan dan pembinaan bagi mahasiswi UIN Raden Intan yang mengenakan cadar.

"Belum ada seperti itu di UIN Raden Intan. Berpakaian semacam itu (bercadar), sebetulnya masalah budaya, tapi terkadang dibawa ke ranah ideologis. Sepanjang itu tidak berlebihan ya gak papa, dibiarin aja," kata Mukri, kepada rilislampung.id Jumat (9/3) siang.

Menurut dia, bercadar itu adalah budaya modis. Kalau di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, mahasiswi dilarang bercadar. Alasannya, dosen tidak bisa mengenal satu persatu mahasiswinya ketika mereka bercadar. "Makanya dilarang," beber Mukri.

Sementara ini, di UIN Raden Intan Lampung, belum sampai berlebihan memakai cadarnya. "Kalau di UIN sini tidak begitu juga, rata-rata masih menggunakan masker dan tidak berlebihan. Kalau yang terlalu amat gak ada," ungkap tokoh Nahdliyin ini.

Meskipun demikian, kata mantan Wakil Rektor III era Rektor Prof. Musa Sueb (almarhum), pihaknya tetap memantau perkembangan setiap mahasiswi yang mengenakan cadar. "Kita lihat saja ini mengganggu kuliah apa tidak, nanti kita bicarakan," tandasnya.

Sementara, menurut Ketua MUI Lampung, KH. Khairudin Tahmid, bahwa setiap perguruan tinggi punya aturan masing-masing dan diserahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi tersebut untuk menerapkannya.

"Saya kira setiap perguruan tinggi punya aturan masing-masing. Kalau dalam bahasa agama itu kan menutup aurat. Tapi kalau di perguruan tinggi, sepanjang menjaga aurat tidak masalah," tutupnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID