Ups, Karyawan Meat Shop Toko Tani Hardik Wartawan dan Gebrak Meja

Kamis | 05/04/2018 19.51 WIB
Ups, Karyawan Meat Shop Toko Tani Hardik Wartawan dan Gebrak Meja
Tim Satgas Pemantauan Pangan Kota Bandarlampung melakukan pemeriksaan kelengkapan izin Meat Shop Toko Tani Indonesia, Kamis (5/4/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Sikap kurang baik ditunjukkan pihak Meat Shop Toko Tani Indonesia. Seorang karyawannya, menolak untuk diwawancarai awak media mengenai keberadaan ikan dori yang diduga mengandung cacing parasit.

Tak sebatas itu. Karyawan berma Eva Natalia itu justru membentak awak media dan menggebrak meja, terus berlalu.

"Saya nggak mau jawab. Nggak perlu ada konfirmasinya. Silakan saja tulis. Saya mau foto wartawan yang ada di sini semua, saya mau kirimkan ke Kementerian Pertanian siapa saja wartawan yang datang. Saya nggak mau diwawancara!" ujarnya dengan nada tinggi seraya menggebrak meja.

Sikap itu dipicu setelah Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung menemukan adanya ikan dori yang diduga mengandung cacing parasit. Ikan dori fillet tersebut ditemukan di Meat Shop Toko Tani Indonesia yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian.

Keberadaan ikan dori yang diduga mengandung cacing parasit itu diketahui saat Dinas Ketahanan Pangan melakukan penyelidikan dengan metode undercover untuk membeli ikan fillet tersebut.

"Jadi kita beli ikan ini dalam keadaan beku dan dibawa ke rapat, selesai rapat kan cair ikannya. Itu kita melihat ada putih-putih dari salah satu fillet ikan dorinya. Panjangnya sekitar 30 sentimeter," kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, M. Yusuf usai memimpin sidak Tim Satgas Pemantauan Pangan di Meat Shop Toko Tani Indonesia. 

Dirinya mengaku belum berani memastikan apakah benar benda putih pipih dengan panjang 30 sentimeter tersebut adalah cacing parasit. 

"Tapi saya tidak bisa katakan kalau itu cacing. Karena kami belum punya alat dan ahlinya untuk memeriksa,makanya kita tarik karena merasa itu ada yang aneh. Kalau itu memang otot ikan kenapa cuma hanya satu saja, dipotongan lainnya tidak ada minimal ada kecil-kecil," jelasnya. 

Yusuf menuturkan pihaknya sudah memberi tahukan kepada pihak Meat Shop Toko Tani Indonesia tentang temuan tersebut. Ternyata produk ikan dori ini sudah tidak didisplay. Ia yakin bahwa hasil temuan ini tidak bocor ke penjual. 

"Sebelum jadi gejolak makanya kita kembalikan ke penjual. Mereka kaget tahu itu dan tadi saya tanya kemana ikan dori yang lain ternyata sudah habis terjual. Makanya kita minta untuk tidak dijual lagi.

Saya yakin rapat kemarin tidak bocor kemarin, karena dia pikir ikan dori ada masalah dia tarik. Dia bilang kan tadi habis dan teman-teman wartawan kemarin nggak ada yang ke sini. Dia catat itu dan minta fotonya, kalau ternyata bermasalah akan merugikan dia sendiri si pengusaha dan konsumen dan menjadi gejolak," terangnya. 

Menurutnya, penelusuran ikan dori ini merujuk pada isu nasional tentang sarden makarel yang dihebohkan lantaran mengandung cacing parasit. 

"Dari Kementerian Perikanan kan sudah ada pernyataan sejak akhir Januari tentang dori ilegal dari Vietnam dan dori palsu yakni dori lokal yang dijual dengan harga impor ditemukan di Batam. Kami menindaklanjuti itu, ciri-cirinya kami temukan di sini adalah dori lokal. Kami memperhatikan isu sebelumnya ikan dori Vietnam kan memang tidak ada, kami mengambil sampel dan menemukan itu kemarin. Butuh pemeriksaan lebih lanjut, makanya kami minta produknya ditarik," ujarnya. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID