Validitas dan Dana Survei Disoal, Begini Tanggapan Charta Politika

Selasa | 20/03/2018 17.05 WIB
Validitas dan Dana Survei Disoal, Begini Tanggapan Charta Politika
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Lembaga survei Charta Politika merilis elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur Lampung di Ruangan Dragon Hotel Horison, Bandarlampung, Selasa (20/3/2018).

Kredibilitas lembaga survei yang dipimpin Yunarto Wijaya ini pun menimbulkan beragam pertanyaan. Seperti diungkapkan Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Lampung (Unila) Budi Kurniawan.

“Khususnya soal validitas survei perlu dicari tahu. (Charta Politika) Dalam melakukan survei menggunakan dana dari mana? Apakah dari kandidat? Dan kandidat mana yang menggunakan mereka sebagai konsultan,” kata Budi ketika dikonfirmasi rilislampung.id, Selasa (20/3/2018).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya membantah jika lembaga surveinya didanai oleh salah satu kandidat. “Kan sudah saya jawab, Mas. Sampai detik ini belum ada menggandeng calon, baik di Jawa maupun luar Jawa (termasuk Lampung),” tegasnya kepada rilislampung.id.

Terkait pembiayaan selama proses survei, Yunarto mengklaim menggunakan dana sendiri. Ia menegaskan tidak ada dana dari luar atau pasangan calon. “(Dana dari kandidat) Tidak ada itu, Mas. Karena memakai dana pribadi dari lembaga survei Charta Politika Indonesia, menggunakan bujet sosialisasi untuk pilkada serentak, non-klien,” ujarnya.

Yunarto menyatakan, tingkat validitas hasil survei yang dilakukan Charta Politika memiliki margin of error lebih kurang 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. “Validitas itu diukur dari margin of error dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya jika pun bergeser sedikit, tidak begitu jauh dari 3,46 persen," katanya.

Survei diambil melalui delapan daerah pemilihan di Lampung dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap kabupaten. Jumlah sampel sebanyak 800 responden. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID