Virtual Culture Exchange, Mahasiswa IIB Darmajaya Mainkan Cetik dan Nyanyikan Lagu Lampung
lampung@rilis.id
Kamis | 12/11/2020 20.21 WIB
Virtual Culture Exchange, Mahasiswa IIB Darmajaya Mainkan Cetik dan Nyanyikan Lagu Lampung
Mahasiswa dan Mahasiswi IIB Darmajaya saat memainkan cetik dalam kegiatan Virtual Culture Exchange./FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengenalkan alat musik tradisional Lampung Cetik dalam Virtual Culture Exchange, Selasa (10/11/20).

Virtual Culture Exchange diikuti IIB Darmajaya Indonesia Nantong Vocational University (NTVU) China, dan Rangsit University (RSU) Thailand.

Kampus biru -sebutan IIB Darmajaya- menampilkan nyanyian lagu Lampung berjudul ”Cangget Agung” yang dibawakan seluruh mahasiswa peserta Culture Exchange.

Mahasiswa juga mengenalkan keindahan Indonesia dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa yang dinyanyikan secara bersama-sama. Penampilan mahasiswa IIB Darmajaya ditutup dengan lagu Kolam Susu yang dipopulerkan band legendaris Koes Plus dengan makna lirik besarnya kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Mahasiswa/i NTVU menyanyikan lagu ”Prelude to Water Melody” yang makna liriknya menceritakan tentang keindahan negeri Panda. Lagu kedua mahasiswa/i NTVU berjudul ”Beautiful Jasmine” menggambarkan semangat dan keindahan.

IIB Darmajaya kembali tampil dengan memainkan alat musik tradisional Cetik dengan keindahan nada-nadanya. Cetik dimainkan dengan cara dipukul yang juga merupakan alat musik tradisional digunakan dalam kegiatan ataupun event bahkan kegiatan upacara dan pesta di Lampung.

NTVU juga menampilkan alat musik tradisional Guzheng yang dipetik. Mahasiswi memainkan Guzheng dengan menghasilkan alunan suara yang merdu.

Kepala Bagian Hubungan Internasional IIB Darmajaya Muhammad Dwiyan Aditiya mengatakan, Virtual Culture Exchange ini merupakan lanjutan dari pembukaan pekan lalu (3/11/20).

”Kegiatan Culture Exchange ini menampilkan lagu daerah dan alat musik tradisional dari masing-masing negara,” ujarnya.

Dwiyan mengatakan, dengan kegiatan ini juga bisa mengenal lagu daerah dan alat musik dari masing-masing negara. Menurutnya, Virtual Culture Exchange ini juga menunjukkan kedekatan bukan dari jarak untuk satu sama lain saling mengenal.

Ia menambahkan, Virtual Culture Exchange juga untuk memberikan pengalaman internasional dan wawasan internasional kepada mahasiswa dan mahasiswi.

”Kegiatan ini juga bagian komitmen IIB Darmajaya dalam memberikan pengalaman dunia luar kepada mahasiswa,” pungkasnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID