Waktu Mepet, Bawaslu Terpaksa Terima Penambahan 29.668 Pemilih

Senin | 12/11/2018 19.41 WIB
Waktu Mepet, Bawaslu Terpaksa Terima Penambahan 29.668 Pemilih
Pleno DPTHP tahap kedua pemilu 2019 untuk Kota Bandarlampung di Aula KPU setempat Senin (12/11/2018) malam. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – KPU Kota Bandarlampung menggelar pleno daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) kedua pemilu tahun 2019. Hasilnya, penambahan suara pemilih baru mencapai 29.668.

Komisioner KPU Kota Feri Triatmojo menjelaskan perbaikan DPTHP 2 itu dituangkan dalam berita acara Nomor 612/PL.01.2-BA/01/18710/KPU-Kot/XI/2018. 

Menurutnya, dari pleno itu ditetapkan pemilih untuk Kota tapis berseri ini pada pemilu 2019 berjumlah 646.245 pemilih, dengan rincian 324.718 pemilih laki-laki, dan 321.527 pemilih perempuan yang tersebar di 2.765 TPS.

Perbandingannya pada pleno DPTHP tahap pertama, KPU Kota mencatat pada Jumat (14/9/2018) lalu, ada 626.747 pemilih dengan rincian 311.731 pemilih laki-laki dan 315.016 pemilih perempuan.

Rekapitulasi perbaikan dari DPTHP I, lanjutnya, ada penambahan pemilih baru sejumlah 29.668 dengan rincian pemilih laki-laki, 14.801 dan pemiliih perempuan 14.867. Pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 10.170, perbaiikan data pemilih 11.887. 

"Dari hasil pleno tadi, sudah termasuk disitu tanggapannya, yang permintaan dari Bawaslu. Artinya ini  sudah klir, tidak menghendaki penundaan oleh Bawaslu," kata Feri Triatmojo usai pleno di aula KPU setempat, Senin (12/11/2018) malam.

Karena, jika memang ada sanggahan atau ada yang belum tuntas, dari Bawaslu pusat mengintruksikan harus membuat rekomendasi penundaan. Tapi tadi itu hasilnya Bawaslu Kota tidak melakukan itu. "Mereka menerima," tegasnya.

Ditegaskannya, Berita acara tersebut juga disampaikan kepada KPU provinsi dan Bawaslu, serta partai politik tingkat kabupaten/kota dan pemerintah kota Bandarlampung.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung Candrawansah, menjelaskan bahwa pleno DPTHP 2 sudah ditetapkan oleh KPU.

"Tapi tadi itu kita untuk memastikannya, kita yakinkan benar, data itu valid atau tidaknya, karena penambahannya sampai 29 ribu. Ternyata memang saat kami tanyakan ke Panwascam memang benar adanya, " jelas Candra.

Candra menyebut, hasil itu sesuai dengan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang kemudian ditindaklanjuti oleh panswascam se Kota Bandarlampung.

"Kalau di tingkat kota penambahan sampai 29 ribu, ketika Panwascam turun ke lapangan dari GMHP sampai ratusan ternyata, tapi setelah kemudian dicocokan, hasilnya kemudian ditetapkan 29 ribuan," terangnya.

Karena keterbatasan waktu, pihaknya pun akhirnya tetap menerima dari hasil pleno yang telah disepakati.

"Karena waktu yang mepet ini, kita harus menerima. Harusnya kan kita bisa turun lagi ngecek jika tidak terburu-buru, tapi karena keterbatasan waktu, besok sudah pleno di tingkat provinsi, tetap kita setuju," katanya.(*)

 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID