Warga dan Mahasiswa Buat Pagar Betis Hadang Eksavator

Selasa | 24/07/2018 12.03 WIB
Warga dan Mahasiswa Buat Pagar Betis Hadang Eksavator
Warga dan mahasiswa menghadang alat berat yang akan meratakan Kampung Pasar Griya, Selasa (24/7/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Warga dan mahasiswa di Kampung Pasar Griya terus melakukan perlawanan atas tindakan penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Selasa (24/7/2018).

Dari pantauan di lapangan, hampir seluruh bangunan sudah rata oleh tanah. Barang-barang milik warga dikeluarkan oleh personel Bapol PP dari dalam rumah.

Warga dan mahasiswa membuat pagar betis menghadang alat berat. Barisan ini membuat aktivitasi penggusuran terhenti. Pol PP hanya bisa menjaga dari samping eksavator.

"Kalau berani jangan di dalam sana. Sini keluar! Buka pintunya," teriak mahasiswa kepada operator eksavator.

Barisan ini kemudian menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang membakar semangat. Termasuk lagu Indonesia Raya.

"Lawan kami kalau kalian berani!," tegasnya. (baca juga: Dramatis, Anak-Anak Menangis dalam Musala di Tengah Penggusuran). (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID