Warga Khawatir Ada Mahasiswa Pulang Dari Tiongkok
PENULIS: Furkon Ari, Isti Febri Wantika
Senin | 03/02/2020 10.00 WIB
Warga Khawatir Ada Mahasiswa Pulang Dari Tiongkok
Muhammad Faris Azhar (20), warga Jl. Sriwijaya, Gg. Wakaf, Kelurahan Kotabumi Pasar, Kecamatan Kotabumi, Lampura, dari Tiongkok .FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Isti Febri Wantika

RILIS.ID, Lampung Utara – Virus Corona yang melanda Kota Wuhan, Tiongkok, membuat takut semua orang di dunia. Tidak terkecuali di Lampung Utara (Lampura).

Sampai-sampai, kedatangan Muhammad Faris Azhar (20), warga Jl. Sriwijaya, Gg. Wakaf, Kelurahan Kotabumi Pasar, Kecamatan Kotabumi, Lampura, dari Tiongkok pada Sabtu (1/2/2020) malam membuat khawatir warga setempat.

Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di Universitas Yangzhou Polytechnic Institute Provinsi Jiangsu, Kota Yangzhou, Tiongkok ini pulang ke kediamannya karena keinginan keluarga besarnya.

Faris merupakan alumni SMAN 1 Sekampung Udik, Lampung Timur (Lamtim). Ia mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikannya di Tiongkok melalui beasiswa.

Namun, menurut informasi dari keluarga Faris, kepulangannya tersebut malah membuat masyarakat sekitar tempat tinggalnya khawatir kalau ia dapat menyebarkan virus Corona di daerahnya.

Faris menyatakan, masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir atas kepulangan dirinya ke kampung halaman. Sebab ia pulang ke Indonesia sudah melalui mekanisme pengecekan kesehatan dari Pemerintah Tiongkok.

”Saya tidak terpapar virus Corona. Saya sudah dicek semua di KJRI, kemudian di bandara juga dicek kembali. Jika tidak sehat, saya pasti tidak diizinkan pulang ke Indonesia,” ujarnya di kediamannya, Minggu (2/2/2020).

Faris menjelaskan, Kota Wuhan tempat di mana wabah Corona menyebar tersebut berjarak kurang lebih 550 kilometer atau menempuh waktu sekitar 9 jam dari tempatnya tinggal.

Faris menambahkan, hanya warga Kota Wuhan yang tidak boleh ke luar dari kota tersebut lantaran dapat menyebarkan virus Corona.

Sementara, Wardana, kakak Faris, yang juga selaku ketua RT setempat mengaku bahagia adiknya bisa pulang ke rumah dengan sehat dan selamat tanpa terjangkit virus Corona.

”Kami memang ingin Faris pulang ke Indonesia, karena kami juga khawatir keadaannya di sana,” ujarnya.

Wardana berharap, kepulangan adiknya itu dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Sebab adiknya pulang dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus Corona.

”Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kepulangan adik saya ini. Setelah keadaan di Tiongkok membaik, adik saya akan kembali ke sana,” harapnya.

Terpisas, Sumarno, warga setempat mengaku merasa dihantui rasa takutnya atas kepulangan Faris.

”Bukan saya tidak merasa senang Faris dapat kembali ke sini. Tapi, namanya virus kan kita nggak tahu dan nggak terlihat mba,” ucapnya.

Karenanya, ia berharap ada tindaklanjut dari Dinas Kesehatan setempat untuk memeriksa kesehatan Faris agar warga sekitar dapat merasa lega dan nyaman.

Sementara, Kabid P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) Dinas Kesehatan Nelly Kusriyanti mengaku belum mengetahui adanya kepulangan warga Lampura dari Tiongkok.

”Belum tahu lho, siapa namanya?” tulisnya singkat saat dihubungi Rilis Lampung melalui WhatsApp, Minggu (2/2/2020). (*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID