Warga Moro-Moro Nyoblos atau Tidak, Tergantung Pemkab Mesuji

Jumat | 05/04/2019 14.22 WIB
Warga Moro-Moro Nyoblos atau Tidak, Tergantung Pemkab Mesuji
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Hingga beberapa hari menjelang pencoblosan 17 April 2019, nasib warga Moro-Moro, Mesuji, belum jelas. Padahal, pada Pemilu 2014 mereka dapat menyalurkan hak pilihnya.

Pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila), Roby Cahyadi, menilai ada perbedaan pada Pemilu 2019 dan 2014.

”Ini lantaran berubahnya aturan soal syarat memilih yang harus memiliki KTP elektronik (KTP-el) atau surat keterangan (suket) sebagai bukti sudah perekaman,” kata Roby, Jumat (5/4/2019).

Dia karenanya meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mesuji memberi kejelasan status kependudukan warga Moro-Moro.

"Sekarang begini. Moro-Moro harus dilihat masuk wilayah kecamatan mana, desa apa. Kalau diakui Pemkab Mesuji, harusnya ada KTP sebagai bukti,” paparnya.

Roby berpendapat masalah ini menjadi persoalan politik dan sosial. Untuk itu, Pemkab Mesuji harus punya komitmen menyelesaikan status kependudukan warga Moro-Moro.

"Jangan sampai mereka hanya jadi objek ketika ada pemilihan seperti ini,” ingatnya.

Terpisah, perwakilan Persatuan Petani Moro-Moro Way Serdang (PPMWS), Agung Usada, menyatakan masih menunggu kejelasan dari Pemkab Mesuji.

Pihaknya sebelumnya sudah melaporkan ada sekitar 900-an mata pilih di Moro-Moro Kecamatan Wayserdang.

"Kita masih menunggu jawaban dari Pemkab Mesuji. Setelah itu nanti kita kabari perkembangannya," tegasnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID