Workshop Sanitasi Aman Penanganan Covid-19
Agus Pamintaher
Kamis | 25/06/2020 18.28 WIB
Workshop Sanitasi Aman Penanganan Covid-19
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Pesawaran, Syukur mengikuti workshop daring. Foto: Ist

RILIS.ID, Bandarlampung – Program Voice For Canghe Pathership Mitra Bentala bersama SNV Indonesia, berkolaborasi dengan Pemkab Pesawaran melakukan Workshop Daring diikuti oleh 89 peserta, Kamis (25/6/2020).

Mereka yang mengikuti Workshop dengan thema sanitasi aman dalam penanganan covid-19 Kabupaten Pesawaran, berasal dari Dinas/Instansi di Pemkab.Pesawaran, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, peserta dari Sumatera Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Tokyo-Jepang, Sanitarian, Kepala Puskesmas, media massa, dan kalangan NGO.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Pesawaran, Drs. Syukur mewakili Bupati Dendi Ramadhona Kaligis, ST dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas terselenggarakannya acara workshop.

Kegiatan bersama Mitra Bentala dan SNV Indonesia tersebut, diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menangani program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Kabupaten Pesawaran terdiri dari 11 Kecamatan dan 144 Desa di targetkan di dalam RPJMN 2020-2024 sebesar 92%  memiliki sanitasi layak. Dengan target tersebut, tentunya perlu kerjasama dan kolaborasi parapihak untuk mencapainya,” ujar Syukur

Disampaikan bahwa Pada tahun 2024 Provinsi Lampung mempunyai target untuk sanitasi Layak 90% , termasuk di dalamnya 10% Sanitasi Aman, dan saat ini baseline sanitais aman ya baru 0,03%.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Reihana yang diwakili Agus Setyo Widodo, SKM, MKN mengatakan, setelah Open Defecation Free (ODF) bukan selesai sampai disitu. Namun merubah perilaku masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) itu yang harus diterapkan.

“Kabupaten Pesawaran memiliki potensi yang luar biasa di bidang pariwisata. Kalau sanitasinya baik, tentu ini akan banyak pengunjung yang datang. Makanya program sanitasi layak ini harus mendapat perhatian serius,” ujar Agus Setyo Widodo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Ir. Harun Dwi Joko, M.Kes mengatakan, Kabupaten Pesawaran mempunya 13 Puskesmas dan 13 petugas sanitarian yang bekerja untuk melakukan pemicuan ke masyarakat dalam merubah perilaku agar tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 

“Potret Sanitasi di Pesawaran ini baru tercapai 82%  Akses Sanitasi Layak dan baru 14 Desa yang telah mendeklarasikan desa ODF.  Implementasi STBM pada masa pademi Covid-19 sangat erat hubungannya di pilar berikutnya seperti cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Harapannya bisa menjadikan kebiasaan sehari-hari untuk memutuskan penyebaran Codi-19 ditengah masyarakat,” kata Harun Dwi Joko.

Kepala Bappeda Kabupaten Pesawaran, Fisky Virdous, S.Hut, mengaku rencana kegiatan tahun 2021 mencapai sanitasi aman bidang infrastruktur ada 30 desa. Pembangunannya, meliputi toilet umum, septictank komunal, IPAL Komunal, penyediaan jamban sehat 100 unit dan Promosi kesehatan di 11 Kecamatan di 20 desa.

“Ini dilakukan sebagai upaya dalam pembinaan menuju desa stop buang air besar sembarangan (BABS),” ujar Fisky.

Direktur Mitra Bentala, Mashabi menyampaikan beberapa hal terkait tema Workshop Daring yakni bagimana perkembangan sanitasi dalam masa pademi Covid-19 untuk kabupaten Pesawaran. Begitu juga dengan bagaimana Implementasi Perbup No.12 Tahun 2019 terhadap pencapaian universal acces sanitasi layak.

“Kabupaten Pesawaran memiliki potensi pengembangan pariwisata dan bahkan beberapa tempat mejadi andalan kunjungan wisataan provinsi Lampung. Maka harus dipastikan juga sanitasinya baik, sehingga ketika orang berkunjung mejadi nyaman di lokasi wisata yang ada,” kata Mashabi. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID