Zulhas Kunjungi Kampung Halaman yang Diterjang Tsunami

Minggu | 23/12/2018 19.54 WIB
Zulhas Kunjungi Kampung Halaman yang Diterjang Tsunami
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendatangi Desa Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (23/12/2018) sore, yang terkena dampak tsunami Selat Sunda. FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Lampung Selatan – Usai mendapatkan kabar terkait bencana tsunami di Selat Sunda yang berdampak di Provinsi Banten dan Lampung, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendatangi lokasi bencana terparah di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (23/12/2018).

Zulhas, sapaan akrabnya, tiba sekira pukul 17.00 Wib saat cuaca gerimis. Ia langsung melihat proses evakuasi dan menyapa para petugas dan warga. Kemeja biru laut dengan aksesb garis horizontal yang dikenakannya nampak seirama dengan laut yang pasang.

"Ini kampung saya, keliling gunung ini. Saya begitu tahu, langsung kemari. Saya lihat Desa Way Muli ini yang paling berat sampai ke Kunjir sana, semoga bisa ditangani dengan cepat," kata Zulhas.

Kakak kandung Bupati Lamsel (nonaktif) Zainudin Hasan ini pun menyampaikan ucapan duka cita atas musibah tsunami yang terjadi di Selat Sunda ini. Ia juga turut mengapresiasi kesiapsiagaan para petugas evakuasi.

"Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas bencana yang terjadi yakni naiknya air laut, entah dikategorikan tsunami atau bukan. Tapi yang jelas tadi di sini dilaporkan sudah ada 58 korban meninggal dunia dan masih ada yang belum ketemu. Tentu kita doakan semoga seluruh korban diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ungkapnya.

Mantan Menteri Kehutanan (Menhut) berjanji bantuan segera datang untuk para korban tsunami.

"Ada bantuan nanti, BNPB juga ada di sini. Saya minta agar BNPB sebagai mitra komisi 8 segera mengirimkan bantuan. Rehab rumah yang porak poranda itu harus, ada dananya sekitar Rp 50 juta per rumah. Tapi itu nanti setelah semua orang sudah diselamatkan," terangnya.

Zulhas meminta para korban untuk mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih tinggi sampai kondisi aman.

"Tetap waspada, karena semalam nggak ada berita apa-apa, tahu-tahu ada korban. Khawatir ada susulan, waspada penting tapi nggak boleh berlebihan. Di sini anak-anak muda juga ikut berjaga di bawah, yang perempuan dan anak-anak di atas," tandasnya.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID